Alfamart Berbagi kepada Anak Yatim

 

Jajaran Pengelola Alfamart foto bersama dengan Pengurus Yayasan Yatim Piatu Darul Hijrah.

Jajaran Pengelola Alfamart foto bersama dengan Pengurus Yayasan Yatim Piatu Darul Hijrah.

PALEMBANG – Dalam proses belajar mengajar, sejak Taman Kanak-Kanak (TK) setiap kita diajari bagaimana menghitung; mengalikan, menambah, mengurangi. Tetapi ketika pelajaran membagi, seringkali hal itu terlupa, apalagi berbagai antar sesama. Guna membangkitkan kesadaran sosial dalam berbagi inilah,  PT Sumber Alfaria Trijaya. Tbk, menggelar buka bersama dengan anak yatim piatu dan jajaran direksi,

di Kantor Cabang Alfamart Palembang, Selasa (2/7). Rangkaian acara itu juga dikemas dengan pemberian bantuan dana kepada Yayasan Yatim Piatu Darul Hijrah.

Buka bersama yang bertema; “melayani sepenuh hati untuk meningkatkan produktfitas” disebutkan, Solihin, Corporate Affairs Director Alfamart, sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan sosial pada seluruh karyawan, baik di cabang maupun di kantor pusat. “Kehadiran anak-anak yatim menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran di dalam diri masing-masing karyawan, bahwa masih ada prang sekitar kita yang kurang beruntung dan perlu kita perhatikan,” ujarnya.

Selain itu, melalui buka bersama bis amenjadi media untuk berinteraksi, antara direksi dan karyawan di semua level. Selain itu juga sebagai ruang untuk mempererat tali silaturahmi . “Diharapkan dengan jalinan silaturahmi yang semakin erat, dapat menunjang kerjasama, sehingga meningkatkan produktifitas karyawan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Solihin mengatakan Safari Ramadhan ini dilakukan di 23 kota, yaitu Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Karawang, Bandung, Cimahi, Cirebon, Cilacap, Klaten, Malang, Sidoarjo, Jember, Lombok, Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan, Makassar, Pontianak dan Banjarmasin.

Menanggapi berbagai aksi solidaritas lembaga bisnis di bulan Ramadhan ini, Drs Abu Hanifah, M.Hum, Dekan Fakultas Agam Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Palembang, mengatakan, hal ini menjadi indikasi positif yang seharusnya terus ditumbuhkembangkan, baik di bulan Ramadhan maupun setelah bulan Ramadhan.

Menurut Abu Hanifah, bentk aksi soslial ini menjadi bagian dari upaya proses pembentukan membentuk kesadaran pengelola lembaga bisnis terhadap nilai-nilai spiritual dalam konteks sosial, dari tingkat karyawan maupun direksi. “Ini yang sering disebut corporate mistik. Diantara upaya mengambil untung secara eknomi dalam bisnis yang dikalankan, sebuah lembaga bisnis juga tidak bisa melupakan keajibannya untuk peduli antar sesama seperti yang dilakukan Alfamart, atau lembaga bisnis lainnya. Saya kira ini sangat positif,” tegasnya.

Keberdaana anak yatim, baik di bulan Ramadhan maupun diluar bulan Ramadhan menurut Abu Hanifah seharusnya tetap menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab kehadiran anak yatim dan piatu, menurut Abu, menjadi ruang setiapm orang untuk berbuat baik, membangun kesadaran sosial antar sesama, seperti tujuan dari beberapa kegiatan sosial di beberapa lembaga bisnis yang selama ini banyak dilakukan.**

 

TEKS : PRESS RELEASE

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com