Aksi Pecah Kaca Ternyata Hasil Rekayasa, Uang Rp 500 Juta PNPM Disimpan di Rumah

 335 total views,  2 views today

Beni (tengah berbaju hitam) bersama barang bukti di hadapan petugas Polsek Talang Ubi dan Camat talang Ubi

Beni (tengah berbaju hitam) bersama barang bukti di hadapan petugas Polsek Talang Ubi dan Camat talang Ubi

 

PALI – Setelah menjalani pemeriksaan dan pengumpulan data serta saksi-saksi, jajaran Polsek Talang Ubi berhasil mengungkap aksi bandit pecah kaca yang melenyapkan uang PNPM senilai Rp500 juta, yang ternyata direkayasa oleh korban sendiri M Arfa Beni alias Beni (30), warga Jalan Segaran 9 Ilir, Lr Kebangkan, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang yang terjadi beberapa waktu lalu..

Informasi yang dihimpun dari pelaku yang juga bekerja di PNPM ini, mengatakan bahwa Beni mengakui telah melakukan aksi penggelapan uang negara tersebut pada Senin (23/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Dengan modus seolah-olah menjadi korban kawanan bandit pecah kaca yang lagi trend terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Dari pengakuan pelaku Beni, bahwa aksi rekayasa aksi pecah kaca itu, berawal dari dirinya usai mengambil uang tersebut dari salah satu bank yang berada di Pendopo, Kabupaten PALI. Dari sanalah, melihat banyaknya tumpukan uang yang ia pegang membuat dirinya nekat berpura-pura menjadi korban bandit pecah kaca.

Di saat itulah, dirinya memecahkan kaca kiri tengah mobil Toyota Innova, warna hitam, bernopol BG 1899 ML, yang dikendarainya. Lalu, dirinya memarkirkan mobil tersebut 100 meter dari tempat duduk dirinya, saat meminum es kacang, di rumah makan Masdi.

Setelah usai meminum es tersebut, dirinya berpura-pura kaget saat menuju mobilnya yang telah pecah dan uang senilai  Rp500 juta tersebut sudah lenyap tersimpan di dalam tas di kursi tengah mobil. Lalu dirinya mengadukan kepada warga setempat bahwa dirinya menjadi korban kawanan bandit pecah kaca.

Sudah itu aku langsung balik ke Baturajo, di sano aku simpan duit itu di belakang rumah warga di bawah kotak kayu. Lalu aku ditelepon wong kantor untuk balik lagi ke Pendopo dan melapor ke polisi. Saat itulah, ado bini aku besuk dan aku jelaske sebenarnyo,” akunya kepada petugas Polsek Talang Ubi.

Sementara Kapolres Muara Enim, AKBP M Aris, melalui Kapolsek Talang Ubi AKP Zai’an ZL mengatakan, bahwa pelaku Beni yang saat itu melapor berstatus korban sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Kita sudah tetapkan Beni sebagai tersangka, dan saat ini telah kita amankan,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa barang bukti berupa uang tunai senilai Rp500 juta yang digelapkan oleh tersangka, telah dikembalikan ke pihak Kecamatan Talang Ubi. “Saat ini sudah di simpan terlebih dahulu di bank, setelah isteri tersangka mengambil uang simpanan tersebut lalu menyerahkannya,” pungkasnya.

 

TEKS   : INDRA SETIA HARIS

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster