Warga Kayulabu Bakar PT Gading Jaya, Kerugian Capai Rp2 Miliar

 319 total views,  2 views today

Kantor dan perumahan karyawan PT Sampoerna nampak hancur  di bakar massa. | Foto : Doni Afriansyah

Kantor dan perumahan karyawan PT Sampoerna nampak hancur di bakar massa. | Foto : Doni Afriansyah

KAYUAGUNG – Pasca pembakaran kantor PT Gading Jaya (Sampoerna Agro -Group) di Desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI. Puluhan personil brimob masih berjaga-jaga di lokasi guna mengantisipasi terjadinya kejadian serupa. Lantaran masyarakat yang masih terbawa emosi akibat salah satu pemuda desa tersebut diduga ditembak pihak keamanan perusahaan, beberapa waktu lalu.

Akibat kejadian penyerbuan oleh ratusan warga Kayulabu terhadap perusahaan, pihak perusahaan diprediksikan mengalami kerugian yang cukup besar. Selain dari kantor yang dibakar, sejumlah kendaraan dan alat berat tak luput dari perhatian masyarakat untuk dirusak dengan cara dibakar.

Hasil penyelidikan sementara dari  Polres OKI, menyebutkan ratusan masyarakat menyerbu kantor perusahaan, karena marah, salah satu warganya ditembak oleh pihak keamanan perusahaan, yang dituding mencuri buah sawit milik perusahaan.

“Hasil penyelidikan kita, pembakaran kantor  dan dua mobil perusahaan itu dipicu oleh penembakan terhadap salah satu warga setempat di kawasan kebun sawit Gading Jaya, masyarakat marah karena salah satu warganya ditembak di areal perusahaan, sehingga beramai-ramai mendatangi perusahaan langsung melakukan pembakaran,” kata Kapolres OKI AKBP Erwin Rahmat didampingi Kapolsek Pedamaran Timur, Ipda Bahtiar, saat dikonfirmasi kemarin.

Akibat kejadian mencekam itu, sejumlah karyawan berikut keluarganya yang bermukim disekitar lokasi terpaksa mengungsi.

“Saat ini situasi TKP sudah kondusif, personil brimob dan TNI masih berjaga di lokasi kejadian, sementara masyarakat Kayulabu yang diduga ikut dalam penyerbuan perusahaan saat ini eksodus ke desa lain, kondisi desa masih sepi, saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan terkait keributan antara kedua bela pihak ini, sementara warga yang mengalami luka tembak sedang dilarikan ke RS Bhayangkara,” kata Kapolsek.

Kepolisian belum bisa memastikan siapa pelaku yang menembak salah satu warga tersebut.

“Korban mengaku yang menembak petugas yang ikut bersama skuriti perusahaan menggunakan mobil ekstrada, kita bulum bisa memastikan apakah penembaknya securiti perusahaan atau mafia pencuri sawit atau aparat, masih dalam penyelidikan kita,” ungkapnya.

Sedangkan korban Efran (20) yang mengalami luka tembak diperut,  saat ditemui di RSUD Kayuagung mengaku kalau dirinya bukan pelaku pencuri sawit.

“Saya berada di areal kebun sawit Gading Jaya bersama Zainal dan Dimas menggunakan sepeda motor, bermaksud mau mencari Ikan, tetapi tiba-tba datang sekuriti perusahaan menggunakan mobil ekstrada hitam langsung menembaki kami, setelah saya tertembak di perut saya tetap berusaha kabur menyelamatkan diri ke Kayulabu,” kata Efran.

Saat itulah kata Efran masyarakat marah karena melihat dirinya ditembak oleh orang perusahaan, hingga melakukan tindakan anarkis di perusahaan.

“Setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi karena saya langsung dibawa ke rumah sakit, pelaku yang menembak, tidak begitu jelas pak, yang saya tahu waktu itu pihak keamanan  perusahaan mengejar kami pakai mobil estrada hitam, tanpa basa-basi langsung menembak saya,” katanya.

Manajemen Prusahaan PT Sampoerna Agro Kebun Gading Jaya, Andrian Indra Putra, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa akibat pembakaran aset perusahaan itu.  Perusahaan tentu mengalami kerugian miliaran rupiah.

“Lebih dari 2 miliar kerugian yang kita alami,  karena yang dibakar tiga rumah karyawan,  kantor, 1 init mobil estrada dan 1 unit mobil Pajero, 1 unit truk, kami berharap polisi segera mengungkap provokator pembakaran aset perusahaan tersebut,” pintanya.

Mengenai penembakan terhadap warga (Efran) Andrian, mengaku itu ulah pelaku sesama pencuri sawit.

“Memang saat itu petugas keamanan kita memergoki ada aksi pencurian sawit, tetapi pelaku kabur dan kita tidak berhasil menangkapnya, ternyata ada warga yang tertembak di areal kebun, itu bukan dilakukan oleh petugas kita, disanakan ada kelompok-kelompok pencuri sawit, dan tidak jarang sesama mereka sering ribut,  belakangan ini memang intensitas pencurian di kebun kita samangkin meningkat,” jelasnya.

Ucap Andrian, kejadian tersebut tentunya sudah diketahui oleh pihak kepolisian. Saat ini karyawan tetap melakukan aktivitas sebagaimana mestinya.

Sedangkan Dandim 0402/OKI Letkol Inf M Arif Suryandaru melalui Pasi Intel Lettu Hatta mengatakan, kini pihaknya telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi kejadian susulan maupun serang-serangan yang tidak diinginkan.

“Saat ini situasi kondusif, aktifitas perusahaan tetap berjalan,” ujar Hatta.

 

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster