Puluhan Rumah Terancam Kena Longsor

 332 total views,  2 views today

 

MUARAENIM – Lantaran takut terjadi longsor dan bisa menimpa pemukiman, masyarakat Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim, untuk membangun bronjong dipinggiran Sungai Enim, yang berada di Desa Tanjung Lalang.

Selama ini, warga resah karena mereka takut suatu saat bisa terancam terkena longsor apabila Sungai Enim meluap. Apalagi, mereka yang bermukim tidak jauh dari sungai tersebut. Rifka (32), warga setempat mengaku sekarang ini bantaran sungai sepanjang kurang lebih 800 meter, yang melintas di desanya memang sudah rawan longsor.

Terlebih pada musim penghujan saat ini bisa menimbulkan bencana tanah longsor.  Warga meminta melalui pemerintah setempat dapat menyampaikan kepada Pemkab Muaraenim untuk dibuatkan bronjong di desanya. “Kami sangat takut pak, apalagi musim penghujan sekarang ini. Kalau malam tidak bisa tidur, ya takut kalau tiba-tiba longsor,” kata Rifka, Senin (30/6).

Menurut dia, ada puluhan rumah yang terancam terkena longsor jika tidak segera di tanggulangi termasuk rumahnya. Karena memang hanya beberapa meter saja, jaraknya dengan Sungai Enim tersebut. “Ya kalau tidak segera dicegah, takutnya banyak rumah warga yang terkena longsor, termasuk rumah saya,” ucap Rifka.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Lalang, Edi Anwar, mengatakan kejadian itu sudah dilaporkan warga dan diteruskan ke Pemkab Muaraenim. Namun kata dia, hingga saat ini belum ada kejelasan dan respon dari Pemkab Muaraenim, melalui dinas terkait.

Ia pun berharap supaya bantuan pembuatan bronjong tersebut, segera direspon dan ditindak lanjuti, agar warganya yang bermukim puluhan tahun di sekitar Sungai Enim dapat hidup aman. “Sudah kami usulkan, tetapi belum di respon. Mudah-mudahan setelah ini, bisa cepat dibantu,” tutur Edi.

Ditambahkannya, bukan saja rumah-rumah warga yang terancam longsor, tetapi jembatan gantung yang melintasi sungai itu juga bisa terancam. Selain menuju pemukiman, jembatan itu juga dimanfaatkan warga untuk menuju kebun-kebun warganya. “Sekali lagi, kami atas nama warga meminta secepatnya dibuatkan bronjong supaya aktivitas dan kehidupan warga bisa aman,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster