Penyerapan APBD Lamban

 246 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Berdasarkan catatan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Palembang, sampai Mei 2014, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Palembang, baru 25 persen dari total APBD Rp 3,1 triliun.

Kepala BPKD Palembang, Zulfan mengatakan, rendahnya serapan tersebut dikarenakan lambatnya proses lelang tender, untuk pembangunan dan pengadaan barang dan jasa.  “Memang pada semester awal biasanya rendah. Tetapi, setelah Juli mendatang serapan akan naik karena semua lelang tinggal dijalankan,” kata Zulfan saat dibincangi, Senin (30/6).

Zulfan mengaku, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi lambannya serapan tersebut yakni, adanya sejumlah pergantian pejabat pembuat komitmen (PPK) ataupun bergntinya bendahara SKPD juga mempengaruhi proses administrasi serapan dana tersebut.

“Kemungkinan akhir Juni ini sudah naik sesuai standar serapan APBD Nasional hingga 30 persen. Sebab, semua proses lelang dan pergantian PPK serta bendahara SKPD semuanya sudah selesai,” jelasnya.

Ditanya apakah nanti akan menyebabkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) ? Zulfan menyebut, lambannya penyerapan APBD semester pertama ini, bukan berarti silpa. Karena silpa biasanya baru diketahui akhir tahun, bukan per semeser anggaran.  “Kalaupun ada silpa maka penggunaanya akan dimaksimalkan dalam APBD Perubahan, untuk menekan seminimal mungkin silpa yang ada,” ucapnya.

Zulfan menambahkan, tidak semua APBD terserap habis setiap tahunnya. Karena sebutnya, catatan akhir tahun biasanya total serapan APBD terserap sekitar 93-95 persen. Katanya, belum pernah ada yang terserap 100 persen.  Namun angka tersebut angka yang cukup baik, karena tidak banyak silpa.

“Untuk silpa, kami tidak bisa menentukan dari sektor mana, serta SKPD mana yang tidak menyelesaikan pembangunan atau belanja sesuai alokasi anggarannya karena jumlah silpa, biasanya nilai akumulasi keseluruhan keuangan Pemkot,” ulasnya

Sementara itu, Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Palembang, M Zulkarnaen mengatakan, pada Juli mendatang semua proses tender lelang sudah selesai seluruhnya.  “Tahun 2014, total sekitar 2.000 tender,” jelasnya.

Sambungnya, sementara untuk pekerjaan Penunjukan langsung (PL) atau anggaran dibawah Rp 200 juta setiap SKPD, rata-rata sudah jalan. Menurutnya, dalam proses pelelangan proyek sedikit terganggu, karena ada beberapa SKPD yang harus membutuhkan konsultan terlebih dahulu,  sebelum melakukan proses pelelangan pembangunan. “Karena itu, proses lelang pembangunan sedikit agar terlambat. Tapi Juli mendatang, setiap SKPD sudah memasukan berkas untuk pelelangan,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster