Masyarakat Bisa Eksplorasi Migas

 286 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Selama ini di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel), banyak usaha eksplorasi sumur minyak tua yang dilakukan masyarakat, secara diam-diam. Kedepannya, masyarakat bisa melakuan itu secara terang-terangan, dengan syarat membentuk koperasi.

Koperasi inilah kata Kepala Bidang (Kabid) Minyak dan Gas (Migas), Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel, Tulus Santoso, yang akan menjadi badan hukum bagi masyarakat melakuan eksplorasi potensi migas baik di sumur baru atau sumur minyak tua.

Koperasi tersebut terangnya, juga bisa bekerjasama dengan pihak lain yang sudah bermitra dengan pemerintah, dalam urusan eksplorasi maupun eksploitasi migas. “Tahapnya membuat koperasi terlebih dulu. Nanti mereka dapat bekerja sama, mengelola sumur minyak. Dalam arti, koperasi bentukkan masyarakat akan mendapat ongkos angkut hasil alam yang mereka bawa dari dalam bumi ke wilayah kerja perusahaan,” kata Tulus yang dibincangi, Senin (30/6).

Perusahaan yang dimaksud, adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). K3S adalah kontraktor yang sudah memiliki kontrak kerjasama dengan pemerintah, dalam hal ini SKKI Migas.

“Apabila koperasi mengangkut hasil alam dari satu wilayah kerja K3S, mereka tidak boleh menjualnya ke pihak lain, hanya bisa ke K3S yang memiliki wilayah kerja tersebut. Kan, kerja sama antara K3S dengan koperasi masyarakat didasari kontrak. Lagi pula pemerintah sulit menghitung penjualan dan pendapatan migas tersebut,” ujar Tulus.

Menurut data Distamben Sumsel, belum ada koperasi yang dibentuk masyarakat khusus mengelola sumur migas. Selain minimnya pengetahuan, K3S kerap tak membuka kesempatan kepada koperasi masyarakat untuk mengambil dan mengangkut hasil alam di wilayah kerja mereka.

“Pernah ada perusahaan bernama Kilang Mini Muba tahun 2011. Tapi sekarang mandek karena belum ada masyarakat, yang membentuk koperasi dan mengelola sumur. Lagi pula kuota dari Kementerian ESDM belum turun. Tapi ada PT Petro Muba sebagai BUMD yang tahun ini mengelola sumur tua. Kita harap bisa bekerja sama dengan koperasi,” sebutnya.

Lebih jauh ia mengatakan, Sumsel memiliki 33 ribu sumur aktif dan non aktif. Beberapa tahun terakhir, perizinan pemerintah dan masyarakat menurunkan daya produksi migas di Sumsel. Pemahaman yang minim kata Tulus, menjadi faktor penghambat eksplorasi potensi Sumber Daya Alam (SDA).

Padahal terang Tulus, cadangan minyak bumi di Sumsel mencapai 704.518 Million Stock Tank Barrel (MSTB), denga gas bumi hingga 24.015 Billion Standard Cubic Feet (BSCF) dan cadangan panas bumi di Sumsel mencapai 1.911 Mega watt energy (Mwe). Begitu juga dengan potensi batubara yang mencapai 22,24 miliar ton.

“Proses izin lamban. Dan masyarakat kurang membuka diri karena minimnya sosialisasi K3S kepada mereka bahwasanya akhir semua itu untuk pembangunan melalui dana bagi hasil. Belum lagi terhambat jenis usaha lain dengan pemanfaatan tanah seperti perkebunan, serta kebocoran pipa yang berakibat pada penurunan produksi,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster