Izin OJK Untuk BPR Tak Kunjung Turun, Bantuan Bagi 160 UMKM Molor

 253 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mengucurkan dana pinjaman, dalam penguatan modal bagi 160 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM ) di Palembang, molor.  Sebelumnya dana tersebut akan dibagikan pada 23 Juni, bertepatan dengan beroperasinya Bank Perkreditan Rakyat (BPR), anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J).

Tetapi, hingga Senin (30/6) bank tersebut tak kunjung beroperasi. “BPR, sebenarnya sudah siap. Tapi, dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan jawaban kapan bisa beroperasi. Jadi kami hanya bisa menunggu saja ,”ungkap, Dirut BPR, Armansyah, Senin (30/6).

Armansyah mengatakan, molornya operasional BPR, maka secara otomatis akan menghambat peminjaman dana tanpa bunga yang diperuntukan bagi UMKM. Sebenarnya katanya, BPR direncanakan akan beroperasional awal 2014. Tapi, kendalanya soal izin dari OJK yang belum turun.  “Kami sudah siap, gendung sudah 100 persen siap, bahkan papan nama bank sudah lama dipasang dan siap dibuka tirainya jika sudah launching,” bebernya.

Ditanya soal kesiapan tenaga kerja ? Armansyah menjawab, perekrutan sudah lama dilakukan. Hanya saja karena sampai saat ini belum beroperasi maka hanya beberapa pagawai yang dibutuhkan saja yang selalu masuk kerja. Sementara sisanya tetap standby di rumah.  “Jika bank sudah beroperasi nantinya maka semua pegawai akan dipekerjakan semuanya, intinya tinggal tunggu dari OJK saja,” ujarnya.

Armansyah mengaku, pinjaman modal bagi UMKM tersebut, masih harus menunggu pengajuan UMKM yang akan dibantu dari Pemkot Palembang, karena sebutnya, BPR sifatnya hanya mengucurkan dana. “Untuk teknis dan mekanismenya ada di Disperindagkop Palembang,” bebernya.

Sambungnya, pencairan bantuan tanpa bunga bagi UMKM itu, baru akan digulirkan jika data penerima bantuan sudah diserahkan oleh pihak Pemkot Palembang.  “Dana khusus bantuan pinjaman penguatan modal UMKM sudah disiapkan Rp 5 miliar tapi karena belum beroperasi maka dana belum dikuucurkan,” ucapnya.

Sementara itu, OJK Sumsel, Fatahuddin mengatakan BPR belum beroperasi karena masih ada berkas dan syarat yang harus dilengkapi lagi. Soal berkas apa yang perlu dicantumkan BPR itu soal rahasia.

“Jika berkas sudah disiapkan dan lengkap maka akan segera disetujui dan dikirim ke OJK pusat. Jika OJK pusat pun setuju dan menyakatan berkas syarat lengkap, maka izin operasional alias izin usaha bisa dikeluarkan dan BPR oleh langsung beroperasi,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster