Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, BI dan TPID Pasang PIHPS di Pasar Cinde

 270 total views,  2 views today

 

Bank Indonesia

Bank Indonesia

PALEMBANG – Mengantisipasi lonjakan harga sembako  di Kota Palembang, Bank Indonesia bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Dinas Perindustrian dan  Perdagangan Sumatera Selatan akhirnya meresmikan monitor Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dipasang di Pasar Cinde Kota Palembang, Senin (30/6).

Monitor PIHPS ini dilengkapi papan harga elektronik untuk  membantu masyarakat agar mengetahui kondisi harga sembako sehingga memiliki pilihan belanja  apabila di salah satu pasar diketahui ada komoditas yang harganya lebih mahal dibanding pasar tradisional yang lain.

Layar monitor PIHPS menyediakan sistem informasi harga dan ketersediaan komoditas pokok di beberapa pasar Kota Palembang, melalui layar videotron ini juga tersedia jaringan website serta layanan sms gateway melalui 0812 2266 2277.
Kepala Disperindag Sumsel, Permana mengatakan  data informasi harga yang tersedia di Layar monitor PIHPS ini dijamin akurat dan terpercaya karena bedasarkan harga dasar kebutuhan bahan pokok di pasar – pasar tradisional di Kota Palembang yang diperoleh dari hasil monitoring Disperindag, Bank Indonesia serta TPID Sumsel.

“Informasi ini dapat diakses secara luas oleh masyarakat Kota Palembang. Dengan demikian, disparitas harga yang selama ini sering terjadi di tengah masyarakat dapat diminimalisasi,” ujarnya disela-sela acara peresmian.

Menurutnya, dipilihnya pemasangan monitor PIHPS di Pasar Cinde ini karena disamping lokasi pasar strategis ditengah kota, Pasar Cinde juga menjual lengkap aneka kebutuhan sembako. Keberadaan monitor PIHPS ini juga sangat mendukung aktivitas antara penjual dan pembeli untuk keterbukaan dan transfaransi harga.

“Selebihnya upaya ini sangat diperlukan guna mengontrol harga kebutuhan pokok selama ramadhan hingga menjelang lebaran nanti, tentunya kedepannya sistem PIHPS akan terus disempurnakan agar bisa diakses via aplikasi andoroid serta sms online,” ungkapnya.

Sedangkan , Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah VII, mengatakan
PIHPS  ini diharapkan selain menjadi salah satu sarana pasar yang sangat strategis guna menjadikan hubungan antara produsen dengan distributor serta pedagang. Masyarakat dapat difasilitasi mendapatkan berbagai kebutuhan, terutama sandang pangan masyarakat dengan harga yang wajar dan kualitas baik.

Selain itu, PIHPS dan lamannya akan menjadi referensi harga baik bagi konsumen maupun pelaku usaha, terutama dalam melakukan aktivitas ekonomi.

“Tentunya kita berharap PIHPS dan lamannya dapat menjadi salah satu media pengendali laju inflasi di Kota Palembang terutama yang bersumber dari bahan makanan,” ujarnya.
Terkait layanan inovasi terbaru ini,menurutnya BI melalui tim TPID akan konsisten mengupdate harga-harga pangan di layar PIHPS maupun website yang dioperasikan serta mengintensifkan pemantauan lapangan terhadap ketersediaan pasokan pangan.
Sementara Kepala PD Pasar, Apriyadi mengatakan   terkait peluncuran papan harga PIHPS ini, pihaknya berharap para pedagang hendaknya memetahui ketentuan indeks harga yang ditetapkan perharinya.  Dia mengaku, sebelumnya juga sudah dilakukan sosialiasi kepada para pegadang.

“Tentunya ini juga bagian dari revalitasi pasar di Kota Palembang agar tampil lebih modern, kedepannya layar monitor PIHPS juga kita upayakan dipasang di beberapa pasar – pasar tradsional strategis lainnya di Kota Palembang seperti di Pasar Lemabang, Pasar 10 ulu Pasar Palimo Serta Pasar jakabaring,” pungkasnya.

TEKS    : AMINUDDIN

EDITOR  : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster