53 Suarat Suara Pilpres Rusak

 226 total views,  2 views today

 

Ketua KPU OI, Anahrir saat menunjukan surat suara Pilpres yang rusak

Ketua KPU OI, Anahrir saat menunjukan surat suara Pilpres yang rusak

INDERALAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Ogan Ilir (OI), mencatat sedikitnya ada 53 lembar surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres), rusak yang dikirim oleh percetakan beberapa waktu lalu.

Temuan tersebut usai dilakukan pelipatan dan penyortiran surat suara tersebut. Selain itu, juga terdapat jumlah kekurangan sebanyak 763 lembar surat suara.

Ketua KPU OI, Anahrir didampingi Anggota KPU Bidang Logistik Neli Eponi, Senin (30/6), kemarin mengatakan, kerusakan surat suara disinyalir akibat pengepakan surat suara yang terlalu kencang sehingga menyebabkan beberapa surat suara rusak.

Selain itu, lanjut Anahrir, terdapat surat suara yang warna cetakannya tidak sempurna. “Ya, kita temukan 53 lembar surat suara rusak dan yang kurang 763 lembar. Untuk kategori rusak yakni robek, bercak tinta serta gambar sedikit kurang sempurnya warnanya,” ungkapnya.

Anahrir menambahkan, temuan tersebut sudah dilaporkan ke KPU Provinsi Sumsel dan KPU Pusat berupa berita acara dan foto lembar surat suara yang masuk kategori rusak. “Mudah-mudahan kekurangan tersebut dapat dikirim secepatnya,” ujarnya.

Saat ini, sambungnya, seluruh surat suara yang sudah dilipat telah dikemas rapih ke dalam dus dan siap didistribusikan. Dus-dus tersebut akan dikirim setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Seluruh surat suara kita sudah kemas dan akan didistribusikan. Secepatnya kita. Tahap distribusikan yang jauh dahulu yakni untuk TPS di Kecamatan Rambang Kuang, Muara Kuang dan Lubuk Keliat. Intinya, satu hari sebelum pencoblosan seluruhnya sudah ada di TPS,” paparnya.

Untuk Pilpres saat ini, masih katanya, ada sedikit perbedaan di mana di setiap TPS disediakan formulir C7 atau daftar hadir pemilih (absen –red). Hal ini untuk mengetahui tingkat partisipasi pemilih.

“Kalau Pileg kemarin tidak ada. Pemilih menyerahkan C6 (undangan), lalu mengisi formulir C7. Ini untuk menghindari manipulasi data,” pungkasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster