Sumsel Siaga Bencana

 234 total views,  2 views today

ILst. Antarafoto.com

ILst. Antarafoto.com

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), mengambil langkah cepat dalam melihat kasus kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di Riau, yaitu, salah satu upaya yang dilakukan melalui posko siaga darurat yang dicanangkan hingga akhir Agustus mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto saat diwawancarai belum lama ini. Menurut Yulizar, berdasarkan keputusan Gubernur Sumsel, siaga darurat bencana Sumsel hingga akhir Agustus mendatang.

“Ini inovasi yang dilakukan Sumsel, karena selama ini tindakan penanggulangan baru dilakukan setelah bencana terjadi. Tapi sekarang, kita antisipasi sejak awal sebelum bencana itu terjadi melalui berbagai sistem operasi yang dilakukan,” kata Yulizar, kemarin.

Yulizar menjelaskan, sistem operasi yang dilakukan melalui dua cara yaitu operasi darat dan udara yang menggunakan pesawat. “Kalau darat kita mengerahkan tim masyarakat peduli api dan lahan yang lebih dititikberatkan pada daerah rawan kebakaran hutan seperti Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muaraenim dan Lahat,” jelasnya.

Sedangkan dari udara, akan dilakukan melalui water booming yang dibantu pesawat Ukraina. Pesawat yang digunakan ini, merupakan bantuan nasional yang sewaktu-waktu bisa digunakan bila keadaan mendesak.

Menurut Yulizar, jika dilihat dari pengalaman yang lalu memang saat ini trennya belum menunjukkan adanya bencana kebakaran hutan. “Memang selama ini teorinya untuk tanggap darurat. Namun kenapa kita lakukan sekarang, karena ternyata usulan kita diterima oleh BNPB pusat. Jadi sekarang, sekecil apapun titik hotspot yang ada, bisa cepat untuk diantisipasi,” ucapnya.

Dengan demikian jelasnya, masyarakat nanti tidak perlu lagi direpotkan menggunakan masker dan sebagainya. Bahkan terang Yulizar, jika sistem ini berhasil maka akan menjadi acuan kedepannya. “Ini inovasi konsep yang kita tawarkan ke pusat, mereka menyetujui,” beber Yulizar.

Melalui siaga darurat bencana kebakaran hutan ini, sambung Yulizar, terdapat beberapa keuntungan mulai dari biaya yang ringan, jika dibandingkan dengan tanggap darurat. “Selain itu dari segi efisiensinya, karena kita antisipasi diawal. Jadi setelah musim kemarau ini, diharapkan api dan asap sudah bisa dikendalikan, jangan sampai seperti di Riau setelah apinya besar baru mau dipadamkan. Kita hindari itu sejak dini dan Alhamdulilah sekarang sudah terkontrol,” imbuhnya.

Untuk mekanisme pelaksanaan siaga darurat ini menurut Yulizar, hal tersebut tentulah sesuai dengan rapat koordinasi yang digelar pihaknya bersama Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan dan maskapai, untuk menentukan titik-titik hotspot melalui satelit.

“Jadi itu disesuaikan skalanya, apakah masih bisa diantisipasi lewat darat ataupun sudah harus menggunakan jalur udara. Kalau lokasinya 200 meter dipinggir jalan, berarti kita masih menggunakan darat. Sedangkan jika lebih dari itu, barulah kita water booming dan bila keadaan benar-benar darurat dan extreme, maka kita lakukan hujan buatan,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster