Rp. 7 Ribu/Kg, Harga Cabai di Pagaralam Anjlok

 223 total views,  2 views today

 

Cabai

Cabai

PAGARALAM, – Walaupun harga cabai disejumlah daerah terus mengalami kenaikan, lain halnya dengan harga komoditas cabai di Kota Pagaralam. Harga cabai merah saat ini hanya berkisar Rp 5 ribu perkilo di tingkat petani, dan Rp. 7 ribu perkilo ditingkat pasar.

“Jika melihat pemberitaan di televisi dalam beberapa hari terakhir menjelang ramadhan, harga cabai di daerah lain justru melonjak hingga 10 kali lipat dari harga cabai di tempat kita,” ujar Ruslan salah seorang Petani cabai di Kampung 2 Gunung Dempo, kemarin (29/6).

Menurutnya, sejak beberapa bulan lalu harga cabai sempat mengalami kenaikan hingga menembus Rp. 60 ribu. Bahkan sampai Rp. 90ribu per kilogram, hingga membuat sejumlah petani cabai di Bumi Besemah ini sumringah. Namun saat ini, harganya anjlok, bahkan penurunannya lebih dari 100 persen. Harga cabai merah turun drastis hingga Rp 5 ribu- Rp.7 ribu perkilogram, sebelumnya dalam kisaran Rp 15 ribu-Rp.20 ribu perkilogram.

“Kendati demikian, anjloknya harga cabai saat ini begitu dirasakan para petani yang ada di Kampung 2 Gunung Dempo. Mengingat salah satu komoditi unggulan tersebut sudah tak lagi menjadi tananam idola para petani,” katanya.

Senada dikemukakan Riduan,  petani cabai Muara Siban Kecamatana Dempo Utara mengatakan, adanya penurunan harga cabai kali ini  membuat sejumla petani mengalami rugi besar. Apalagi harga dipasaran saat ini sangat tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan, mulai dari pembibitan, pananaman, pemeliharaan hingga panen.

“Untuk modal penanaman perpohon cabai mencapai Rp. 10 ribu- Rp.12 ribu. Itu belum termasuk jika terjadi adanya serangan hama dan lainnya. Sehingga para petani banyak membiarkan buah cabai mereka masak di batang bahkan tidak memanennya, karena hasilnya sudah tidak sesuai lagi dengan modal yang dikeluarkan,” katanya.

Termasuk Yanto Agen cabai Pagaralam mengakui, bila harga cabai terus turun drastis dan dapat dipastikan para petani cabai akan mengalami rugi besar. “Bisa dibayangkan bila harga cabai terus turun, bagaimana petani mau  mengembalikan modal,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindagkop UKM PP Kota Pagaralam, Rahmat Madroh SSos mengatakan, naik turunnya harga komoditi dipasaran sudah sesuai dengan mekanisme pasar. “Kita hanya sebatas mengawasinya saja, selebihnya bukan wewenang kita,” terangnya.

Flukutuasi harga cabai lanjutnya, dipengaruhi banyak faktor di antaranya panen yang berlimpah sehingga stok di pasaran juga berlimpah. Selain itu kemungkinan harga secara global juga belum terlalu mempengaruhi harga.

“Diperkirakan pada pertengahan  bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri nanti permintaan mulai meningkat  dan kenaikan harga cabai akan mulai terasa,” sebutnya.

 

TEKS: ANTONI STEFEN

EDITOR : ROMI MARADONA

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster