Ramadhan, Banjir Pedagang Musiman

 694 total views,  6 views today

Ratusan pembeli saat memburu makanan berbuka puasa di pasar dadakan SImpang Empat Tanjung Batu. Foto : Novriyadi

Ratusan pembeli saat memburu makanan berbuka puasa di
pasar dadakan SImpang Empat Tanjung Batu. Foto : Novriyadi

INDRALAYA  – Bulan puasa adalah bulan yang membawa berkah. Selain bulan untuk meraup pahala, bagi sebagian orang momen ini juga dimanfaatkan untuk mengais rejeki dengan menjadi pendagang dadakan.

Setiap bulan puasa, di berbagai daerah banyak muncul pasar kaget, atau pasar musiman yang hanya ada pada waktu-waktu tertentu. Penjual dadakan biasanya menyediakan berbagai penganan untuk berbuka puasa seperti kue, pastel, risol, kolak dan lain sebagainya.

Di Kabupaten Ogan Ilir (OI) sendiri, penjual makanan musiman kini sudah membanjiri di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim), dari sepanjang Tanjung Raja-Indralaya hingga Indralaya-Palembang sejak hari pertama puasa. Bahkan, pasar kaget juga nampak terlihat di Kecamatan Tanjung Batu.

Warga tampaknya tidak mau ketinggalan dengan momen tersebut untuk meraup rezeki meski dicap sebagai pedagang musiman.

Keberadaan pedagang tersebut bukan hanya membantu warga sekitar untuk membeli makanan berbuka puasa, pengguna jalan yang melintas pun merasa terbantu dengan keberadaan pedagang tersebut.

Hadirnya pedagang musiman memang sudah menjadi tradisi, namun pedagang juga harus memperhatikan berbagai aspek, baik aspek keselamatan saat berjualan di pinggir jalan hingga aspek kebersihan.

Jangan sampai keberadaan pedagang musiman justru memunculkan masalah baru di tengah-tengah masyarakat.

Di sepanjang Jalintim maupun di Simpang Empat Tanjung Batu, Minggu (29/6), terpantau, para pedagang dadakan mulai menjajakan dagangannya sejak pukul 15.00 wib  hingga menjelang magrib.

Dina (38) warga Tanjung Seteko, mengaku membeli buah kolang kaling dan timun suri serta buah-buahan untuk keperluan membuat es buah. “Cuma beli untuk keperluan buka puasa, anak- anak pengen es buah, sekalian beli yang lain-lain juga,” katanya.

Pengemudi truk Yayan (35) warga Lampung mengungkapkan, keberadaan penjual makanan musiman untuk buka puasa dinilai sangat membantu dirinya dalam berbuka. “Ya, kita sangat membantu, apalagi perjalanan saya sangat jauh,” ujarnya saat ditemui di Timbangan saat membeli kolak.

Sementara itu, Yati, salah seorang pedagang Pempek yang juga warga Indralaya mengaku, setiap bulan puasa dirinya berjualan di pinggir jalan di Timbangan. “Sudah 3 tahun saya berjualan, Alhamdulillah, di hari pertama puasa saja, jualan saya laris manis, dan untuk berjualan di sini tidak dipungut biaya alias gratis berbeda jika berjualan dalam lokasi Pasar Bedug. Tahun lalu, tiga hari sebelum lebaran saya bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp 4juta,” jelasnya.

Sementara itu, Dedi Arisandi (37) penjual model di Simpang Empat Tanjung Batu mengakui dirinya bisa mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari hari biasa. “Kalau hari biasa, saya dapat untuk Rp 100

ribu. Tapi kalau puasa ini, bisa dapat untung perhari Rp 200 ribu,”  ungkapnya.

Sedangkan Angga saputra (27), pembeli asal Payaraman, mengatakan, keberadaan pasar tersebut sangat membantu dirinya untuk mendapat makanan untuk berbuka puasa. “Ya, pasti sangat membantulah, tidak usah repo masak lagi, cukup beli saja,” singkatnya sambil berlalu.

 

Teks    : Junaedi Abdillah/Nofriyadi (MG)

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster