Puasa, SFC Kurangi Porsi Latihan

 255 total views,  2 views today

Pelatih SFC, Subangkit memimpin langsung saat sesi latihan rutin di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Beberapa waktu lalu. Foto ; Iwan Cheristian KS

Pelatih SFC, Subangkit memimpin langsung saat sesi latihan rutin di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Beberapa waktu lalu. Foto ; Iwan Cheristian KS

PALEMBANG – Sriwijaya FC akan  mengurangi porsi latihan fisik terhadap Lancine Kone dan kawan-kawan  selama bulan puasa yang akan dimulai 1 Juli hingga 26 Juli 2014.

Pelatih fisik Sriwijaya FC, Dino Sepriyanto mengungkapkan, dirinya sengaja tidak akan memberi menu latihan yang berat  seperti biasanya karena kondisi pemain mayoritas dalam keadaan berpuasa.

“Kondisi orang berpuasa itu beda, mereka harus menahan lapar dan  haus selama  16 jam (sahur -berbuka puasa).  Artinya glukosa mereka menurun. Saya tidak berani kalau  menerapkan latihan yang berat, takutnya kondisi mereka tambah drop. Jadi volume  dan intensitasnya akan kita kurangi,” ungkap Dino.

“Intinya mungkin kondisioning saja (mentenaince) agar kebugaran mereka tetap terjaga. Kalau sudah lebaran, barulah kita genjot lagi untuk persiapan laga away lawan persijap,” tambahnya.

Menurut Dino, jika memang jajaran pelatih mengagendakan latihan sore atau malam. Maka kemungkinan latihan fisik bisa dilakukan pada malam hari, mengingat saat itu tenaga para pemain sudah kembali normal.

“Kalau latihan sore mungkin dikombinasikan saja sama  taktik, karena disitu juga main fisik (tenaga). Jika memungkinkan, latihan fisik paling-paling malam. Tapi itu tadi, anak-anak pasti kurang istirahat. Nantilah untuk pastinya bagaimana akan kita bicarakan dulu sama pelatih kepala (Subangkit),” kata Dino.

Untuk mensiasati kebugaran pemain tetap terjaga di bulan puasa, Dino memberikan masukan agar para pemain banyak mengkonsumsi makan berkabohidrat tinggi.

“Sebenarnya ini areanya Dokter, tapi saya ada pendapat, mereka harus banyak makan yang hight karbohidrat,” pungkas Dino.

Disisi lain, pelatih kepala SFC Subangkit mengatakan, dari program latihan di bulan puasa, dirinya akan menerapkan latihan fisik dipekan pertama.

“Mungkin seminggu pertama kita lakukan latihan untuk  kondisioning saja, menormalkan kembali kebugaran anak-anak setelah liburan, ” kata Subangkit.

 

TEKS    : IQBAL

EDITOR  : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster