Produksi Padi di OKI Terancam

 270 total views,  2 views today

Lahan persawan di daerah Lempuing yang kini beralih fungsi menjadi perkebunan karet

Lahan persawan di daerah Lempuing yang kini beralih fungsi menjadi perkebunan karet

KAYUAGUNG – Produksi padi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terancam pasalnya, banyak masyarakat yang mengalihfungsikan lahan persawahan menjadi kebun karet paraktis kondisi ini akan mengganggu produktivitas padi di kabupaten tersebut.

Berdasarkan pantauan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan kebun karet terjadi di wilayah sawah tadah hujan, terutama di Kecamatan Lempuing Jaya dan Lempuing Induk. Petani berpendapat bahwa penghasilan akan lebih meningkat dengan menjadi petani karet dibandingkan menjadi petani padi, jika menjadi petani padi dalam satu tahun mereka hanya panen 1-2 kali setahun, sementara karet bisa setiap bulan.

Pemerintah sudah berupaya untuk mencegah kegiatan alih fungsi lahan pertanian, tetapi disisi lain pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa ketika lahan sudah dialih fungsikan.”Lahan itu memang milik ¬†petani, mereka punya sertifikat, sehingga itu menjadi hak mereka, lahan akan dijadikan kebun karet atau tetap menjadi persawahan, kita tidak bisa melaranganya, karena memang belum ada peraturanya,” kata kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten OKI Sucipto, belum lama ini.

Pihaknya tidak menampik jika adanya kegiatan alih fungsi lahan ini akan mengganggu produksi padi di Kabupaten OKI. ” Adanya alih fungsi lahan jelas mengganggu produksi padi di OKI, tetapi kita bersama Dinas Pertanian dari pihak pemerintah tetap berupaya keras untuk menambah lahan pertanian, seperti memperluas persawahan di lokasi yang berpotensi, untuk menutupi menyempitnya lahan yang alih fungsi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala dinas Pertanian Kabupaten OKI Syarifudin, mangatakan dengan adanya alih fungsi lahan, pihaknya saat ini tengah bekerja keras untuk memperluas wilayah pertanian dengan melakukan cetak sawah baru. ” Selain melakukan program cetak sawah, kita juga mengupayakan proyek irigasi teknis yang dibangun di lempuing segera beroperasi agar petani bila tanam padi lebih dua kali setahun, sehingga bisa membuat petani bersemangat,” tambahnya.

Anggota DPRD OKI, Kamaludin, mengatakan memang harus segera dibentuk Perda alih fungsi lahan. “Secepatnya, harus ada Raperda alih fungsi lahan, hal itu sangat mendesak. Sebab alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan di Lempuing masih terus berjalan. Hal itu membuat berkurangnya lahan pertanian di OKI,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah berupaya membangun irigasi teknis di Kecamatan Lempuing. Nah untuk mencegah alih fungsi lahan dan meningkatkan hasil produksi padi di Lempuing, saat ini proyek pembangunan irigasi. Sedang berjalan dan sudah mencapai 80 persen, disisi lain alih fungsi lahan masih terus berjalan.
“Kita takutkan, nanti irigasi sudah selesai dibangun, tetapi lahan pertaniannya sudah menjadi lahan perkebunan karet. Sehingga irigasi yang dibangun senilai Rp 400 Miliar hibah jepang itu mubazir,” ungkap politisi Hanura ini.

 

TEKS : DONI AFRIANSYAH

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster