Partisipasi Wakaf Alquran Minim

6 total views, 3 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Program Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, wakaf 1 Juta Alquran masih minim partisipasi. Pasalnya, hingga saat ini baru terkumpul 1.000 Alquran, yang berasal dari Baznas Palembang.

Kepala Bagian (Kabag) Sosial Masyarakat (Sosmas) Sekretariat Daerah (Setda) Palembang, Alhidir mengatakan, wakaf 1 Juta Alquran tersebut, masih terkendala minimnya partisipasi masyarakat, baik secara pribadi maupun kelompok, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta untuk mewakafkan Alquran untuk keperluan umat.

“Padahal wakaf Alqur’an itu, untuk kepentingan umat. Kami hanya bisa menghimbau agar masyarakat dan perusahaan turut berpartisipasi, apalagi di Ramadhan ini,” kata Alhaidir, Minggu (29/6).

Alhidir berharap, semua pihak yang bersedia untuk memberi bantuan Alquran perlu ragu karena kegiatan ini sangat bermanfaat, untuk kepentingan umat. Sebutnya, hal itu bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk membaca, mendalami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalam Alquran.

“Program ini ada kaitannya juga dengan Kota Palembang, agar masyarakat tidak ada lagi yang buta aksara Alquran. Bagi pribadi, kelompok masyarakat maupun perusahaan yang ingin berpartisipasi, bisa membeli langsung atau Sosmas yang membelikan,” imbuhnya.

Selain mengharapkan bantuan masyarakat maupun perusahaan, kata Alhidir, pihaknya juga akan mengusulkan agar setiap tahun, dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), untuk pengadaan 3.000 Alquran. Sehingga minimal pada 2018, program wakaf 1 Juta Alquran sudah bisa tercapai. “Kami berharap program ini didukung penuh. Kami segera memmbuat surat edaran agar masyarakat atau perusahaan, dapat berpartisipasi program wakaf Alqur’an ini,” ujarnya.

Alhidir menambahkan, Alquran yang berhasil dikumpulkan, nantinya, akan disalurkan ke masjid ataupun sekolah-sekolah. Ini juga terangnya, untuk mendukung program Dinas pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang, yang memanfaatkan jam nol di setiap sekolah, untuk membaca Alquran.

Katanya, saat ini siswa di wajibkan untuk membaca Alquran dan mengerjakan Shalat Dhuha sebelum masuk kedalam kelas. “Dengan wakaf ini diharapkan tidak ada lagi kekurangan Alquran, yang terpenting benar-benar dapat memanfaatkan Alquran untuk keperluan ibadah,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Iindonesia (MUI) Palembang, Saim Marhadan mengatakan, gerakan wakaf 1 juta Alqur’an itu harus diapresiasi positif. Karena sebutnya, hal tersebut sebagai upaya untuk memasyarakatkan Alquran, sehingga dengan mudah dapat dipelajari dan diamalkan ajaran yang terkandung didalam Alquran “Alquran sebagai pegangan hidup dan memberikan rahmat, bagi semua mahluk di muka bumi ini,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com