Honorer Bakal Dapat Santunan

 246 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Korsp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Palembang, berencana akan memasukkan tenaga kerja honorer di lingkungan Pemkot Palembang, didalam santunan Korpri.

“Dalam waktu dekat, kami akan bicarakan dahulu dengan Sekda. Kan gaji mereka tenaga honorer, tidak besar. Jadi untuk santunan sakit, kebakaran ataupun meninggal dunia, mereka bisa dimasukkan asalkan mereka mau membayar iuran bulanan untuk mendapatkan santunan itu,” kata Sekretaris Korpri Palembang, Magrib Naisin saat dihubungi, Minggu (29/6).

Magrib mengatakan, untuk besaran iuran yang harus dibayarkan tenaga honorer tersebut sama, karena mereka tidak memiliki golongan seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nantinya berapa besar iuran yang akan dibayar honorer apakah sama PNS atau dibedakan, akan diatur kembali. “Kalau PNS kan langsung dipotong dari gaji bulanannya, besarannya Rp 10-15 ribu. Mungkin mereka tenaga honorer juga sama iurannya seperti PNS,” terangnya.

Magrib mengaku, rencana tersebut akan direalisasikan setelah Idul Fitri, atau di Juli mendatang dan paling lambat di Agustus. “Secepatnya, setelah mendapatkan persetujuan dari Sekda atau wali kota, kemudian baru akan dibuat Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang santunan yang akan diterima honorer, maupun besaran iuuran yang harus dibayarkan,” bebernya.

Lebih jauh Maghrib menjelaskan, santunan yang akan didapatkan oleh tenaga honorer tersebut rencananya sama dengan santunan yang diberikan kepada PNS yakni, apabila sakit tiga hari akan mendapat santunan Rp 1 juta.

“Yah, harus melampirkan surat dari rumah sakit. Selain itu, biaya santunan sakit itu hanya bisa di dapatkan satu kali dalam setahun. Jadi jika ada PNS ataupun honorer yang masuk rumah sakit dua kali dalam setahun, hanya diberikan sekali saja,” jelasnya.

Kemudian santunan lainnya sambung Magrib, adalah santunan untuk kebakaran. Honorer juga mendapatkan hak yang sama seperti PNS, yakni akan mendapatkan uang sebesar Rp 2,5 juta.

“Dan untuk yang meninggal mendapat uang sebesar Rp 2.250.000. Yah samalah dengan PNS. Hanya saja, mereka tidak mendapatkan dana pensiun dari Korpri seperti PNS,” terangnya.

Magrib menambahkan, jumlah tenaga honorer dilingkungan Pemkot Palembang saat ini sekitar 1.600 orang, dan yang paling banyak adalah dari tenaga honorer dari guru, kesehatan dan honorer dari lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Palembang.

“Kemudian disusul honorer dari Dishub, Satpol PP, Dispenda dan SKPD lainnya. Sementara Jumlah saldo kas Korpri untuk santunan PNS sampai saat ini berjumlah, Rp 1,56 miliar,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster