Hasil Sidak di Pasar Pagi Kayuagung Banyak Ditemukan Tahu dan Mie Berformalin

 311 total views,  2 views today

 

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG – Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Sat Pol PP Kabupaten OKI, di pasar pagi Kayuagung baru-baru ini. Petugas berhasil menemukan mie basah dan tahu yang dijual semuanya mengandung formalin dengan kadar yang berlebihan hingga mencapai 100 persen.

Kadar zat yang notabennya digunakan untuk pengawet mayat itu dimasukkan di makanan, bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Kendati telah menemukan pedagang nakal yang membahayakan konsumen itu, ketiga instansi yang menggelar sidak tersebut tidak memberikan sanksi kepada para penjual, melainkan hanya menyita dangagan itu lalu menggantinya dengan uang.

Kepala Dinas Kesehatan OKI, H M Lubis, SKM MKes, mengatakan, kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli mie dan tahu, mengingat hasil sidak pihaknya menemukan tahu dan mie yang dicampur formalin.

Tidak hanya melakukan sidak di pasar pagi, ketiga instansi itu, juga sidak ke sejumlah minimarket di Kayuagung, hasilnya ditemukan sejumlah mie instans yang telah kadaluarsa, namun masih tetap dijual.

Pihak Dinkes juga mendatangi langsung home industri pembuatan tahu tempe di lorong Cokro Kayuagung. Pada hasil sidak ini petugas tidak mendapati campuran bahan formalin dalam pembuatan tahu dan tempe. Hanya saja, produsen tahu dan tempe tersebut tidak memperhatikan kebersihan, dan terkesan sangat jorok. Begitupun dengan pembuangan limbah pembuatan tahu tidak memperhatikan dampak lingkungan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Lubis mengatakan, selain menemukan zat berbahaya pada makanan yang dijual di Kayuagung oleh sejumlah pedagang, namun kata Lubis, masih banyak juga pedagang jujur yang tidak menggunakan bahan formalin pada tahu dan mie yang dijualnya.” Tidak semua mie dan tahu yang kita sidak mengandung formalin, ada yang  negatif kok,” kata Lubis.

Ditambahkan Lubis, sidak yang dilakukan pihaknya rutin dilakukan saat bulan suci Ramadhan dan waktu tertentu. “Untuk pedagang di pasar, tahu dan mie basah yang berformalin sudah kami sita dengan cara diganti rugi. Tahu ini berasal dari lokal Kayuagung, namun yang memberi formalin oleh pihak pedagang pasar bukan dari home industri dan mie basah dari Palembang. Dinkes OKI memberikan apresiasi kepada pedagang yang dagangannya tanpa formalin atau zat pewarna,”tambahnya.

Lubis mengimbau kepada warga agar berhati-hati membeli tahu dan mie basah dan diharapkan membeli kepada pedagang yang biasa tidak menaburi formalin, karena akibat formalin sangat berbahaya bagi kesehatan bisa menyebabkan penyakit kanker, begitu juga dengan produk pemutih wajah buatan luar agar berhati-hati karena banyak mengandung zat Merkury.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster