Bantah Lakukan Penganiayaan, ESP Merasa Difitnah

 201 total views,  2 views today

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )esp

PALEMBANG – Mantan Wali Kota Palembang yang juga Ketua Tim Pemenangan Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) Sumsel, Eddy Santana Putra (ESP), membantah kalau ia menganiaya Abdullah Husin (65), warga Jalan Mayor Zen, Lr Darja, RT 04 RW 01, Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Menurut Eddy, tudingan penganiayaan yang dilakukannya itu adalah fitnah. “Itu fitnah, tidak benar. Abdullah bukan anggota PDI Perjuangan. Pengakuannya tidak benar, saya dan pengurus tidak pernah memukulnya seperti yang dilaporkannya,” kata Eddy kepada wartawan di kantor DPD PDI Perjuangan Sumsel, Jalan Basuki Rahmat, Palembang, kemarin.

Sebelumnya, Abdullah Husin didampingi kuasa hukumnya, M Wisnu Oemar, melaporkan Eddy ke Mapolda Sumsel dengan bukti lapor LPB/545/VI/2014/SPKT. Husin melaporkan Eddy dengan tudingan melakukan penganiayaan.

Penganiayaan itu sebut Husin dilakukan Eddy bersama sejumlah pengurus PDI Perjuangan Sumsel lainnnya, di kantor DPD PDI P Sumsel, saat ia hendak menagih uang untuk membayar biaya transport untuk mobilisasi massa dalam kampanye Jokowi di Palembang, kamis (26/6) lalu.

“Memang  dia, benar datang ke kantor PDI Perjuangan Sumsel. Saat itu kami sedang menggelar rapat, karenanya ia dilarang untuk masuk ke dalam kantor DPD.  Saya dengar ada ribut-ribut, dan dia (Abdulah) memaksa masuk. Disuruh isi buku tamu tidak mau, Kemudian saya keluar dan nasihatinya. Saya juga sempat memberikan Abdulah itu uang sebesar Rp 1 juta. Lalu menyuruhnya pergi,” terang Eddy seraya menambahkan Abdullah kemudian mencium tangannya, dan meminta maaf.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumsel, M Aliandra Gantada. Gantada membatah, melakuan pengeroyokan terhadap Abdullah Husin. Menurut Gantada, laporan yang dilayangkan Ketua Ormas Perkumpulan Komering Ulu, Komering Ilir dan Jawa itu, pada Jumat (27/6) silam, sama sekali tidak benar. “Laporan itu tidak benar, kami tidak melakukan pengeroyokan. Ini perbuatan tidak menyenangkan, pencemaran nama baik dan kami akan tuntut balik,” terang Gantada.

Gantada sendiri mengaku berang dalam laporan tersebut diterangkan, kalau ia ikut terlibat melakukan pemukulan. ” Tidak benar, itu fitnah. Tidak ada perbuatan seperti itu. Semua itu mengada ada,” tambah gantada.

Dilarikan Ke RS Bhayangkara

Sementara itu, Abdullah Husin, Sabtu (28/6) malam, dilarikan keluarganya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Palembang. Hal itu dilakukan, karena yang bersangkutan mengaku kondisinya semakin parah.

“Ia kesulitan bernafas, kesehatannya juga menurun. Dari siang tadi, kepalanya pusing dan mau muntah,” kata Wisnu Oemar, kuasa hukum Abdullah Husin saat dibincangi di RS Bhayangkari, kemarin.

Menurutnya, kliennya juga mengalami luka robek di dagu, memar di tubuh dan banyak mendapatkan pukulan di kepala serta injakan di badan. “Kalau Eddy Santana membantah melakukannya, itu hak dia. Tetapi, Insyallah, hukum akan membuktikannya,” tegasnya.

Dia juga membantah, jika dalam kasus ini sudah dipolitisasi oleh pihak tertentu, sebab Eddy adalah Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK di Sumsel. “Tidak ada politisasi, ini murni pidana. Klien saya hanya menagih janji, untuk pembayaran sewa bus karena membawa massa. Namun itu tidak dibayar, padahal nilainya hanya Rp 2,5 juta bahkan klien saya mendapatkan penganiayaan,” tukasnya.

TEKS           : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster