Polres Gelar Rekonstruksi Dua Kasus Pembunuhan

 391 total views,  2 views today

 

INDERALAYA – Kepolisan Resor (Polres), Kabupaten Ogan Ilir (OI), menggelar dua rekonstruksi (reka ulang), sekaligus kasus pembunuhan untuk melengkapi berkas perkara.

Rekonstruksi tersebut yakni kasus pembunuhan terhadap korban M. Teguh (20), warga Warga Desa Sukaraja Baru, Kecamatan Inderalaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, yang dilakukan kawannya Armed (24), warga yang sama.

Selain itu juga digelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap korban Arkon (28) warga Desa Kota Baru, Kecamatan  Penukal Utara, Kabupaten Muaraenim, yang tewas dikeroyok oleh Fajar (45), Usman (41), dan Heri Susanto (36), dan rekan-rekannya yang merupakan petugas keamanan PT Bumi Rambang Kuang (BRK), Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir (OI).

Ketiganya tinggal di bedeng milik PT BRK.

Reka adegan tersebut dilakukan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Inderalaya Utara, Ogan Ilir atau 200 meter dari Polres OI.

Pantauan di lapangan, polisi terlebih dahulu menggelar reka ulang kasus pembunuhan yang dilakukan Armed terhadap  M. Teguh. Ada 15 reka adegan dalam kasus tersebut.

Di adegan pertama, tersangka sengaja mendatangi korban yang saat itu sedang kumpul di sebuah gubuk dengan temannya. Pada adegan 5, tersangka menghampiri korban dan menanyakan uang yang dipinjam (hutang), korban.

Pada adegan 7, korban beranjak dari duduknya dan menuju warung untuk membeli obat nyamuk. Sedangkan posisi tersangka berada di belakang korban. Di adegan 8 dan 9, tersangka mengeluarkan pisau dari balik baju dan menghujamkannya ke punggung korban.

Korban sempat melihat tersangka dan seketika ambruk. Terangka langsung menuju motornya dan melarikan diri sambil mengacungkan senjata. Untuk tersangka diperankan langsung oleh tersangka Armed dan korban diperankan anggota Reskrim.

Sementara pada reka adegan terhadap pembunuhan Arkon oleh tiga satpam yakni Fajar (45), Usman (41), dan Heri Susanto (36) dan tujuh rekannya, terdapat 17 reka adegan. Adegan pertama Fajar cs sedang melakukan patroli rutin. Di adegan ke 4,5 dan 6, korban bersama dua temannya diduga mencuri karet dan kepergok oleh para tersangka dan berteriak maling.

Pada adegan 7, korban dan dua rekannya kabur dan korban Arkon terjatuh. Pada adegan ke 10, tersangka Usman langsung menghantam kaki korban dengan sebuah kayu. Pada adegan 11, dua rekannya (buron) dan Usman kembali menghajar korban dengan batang kayu. Pada adegan 12, tersangka Heri lalu datang dan menendang korban yang sudah terkapar.

Selanjutnya di adegan 13, tersangka Fajar datang dan menghantam kepala korban yang saat itu hendak bangun. Adegan selanjutnya hingga akhir yakni adegan 17, para tersangka menggotong tubuh korban ke pinggir jalan.

Tersangka Armed, saat ditemui mengaku dirinyan kesal dengan korban lantaran tidak membayar hutang. “Ya, itu adegannya. Saya bunuh karena kesal tidak mau bayar hutang,” singkatnya.

Sedangkan ketiga satpam usai rekon langsung dibawa ke mobil petugas dan dibawa ke Mapolres OI. Reka adegan tersebut sempat menyedot perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Reka adegan dikawal petugas untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasatres AKP Suhardiman didampingi Kanit Pidum Ipda Marwan mengatakan, rekonstruksi dua kasus tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas kasus tersebut.

“Ya, ini untuk melengkapi berkas. Untuk tersangka Armed diperankan langsung olehnya. Untuk tiga satpam yakni Fajar, Usman, dan Heri Susanto. Untuk tujuh pelaku lagi diperankan oleh anggota Reskrim. Mereka (pelaku), masih kita buru,” singkatnya.

 

 

TEKS   : JUNAIDI ABDILLAH

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster