Muaraenim Butuh Icon Baru, Kemenag Usulkan Masjid Terapung

 472 total views,  2 views today

Ilustrasi Masjid Terapung di Laut Merah Jeddah | Ist

Ilustrasi Masjid Terapung di Laut Merah Jeddah | Ist

MUARAENIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim dinilai butuh icon, untuk mempertegas visi dan misi Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera (SMAS) ditengah-tengah masyarakat. Icon tersebut kata Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Muaraenim, H Arkan Nurwahiddin, akan menjadi ciri khas kepemimpinan H Muzakir Sai Sohar dan H Nurul Aman, saat memimpin Muaraenim.

“Bentuk icon itu sebaiknya, masjid. Sebab itu akan menandakan Muaraenim sebagai kota kabupaten yang agamis. Masjid ini, haruslah refresentatif yang berdiri di jalan lintas sehingga bisa menjadi icon kebanggaan masyarakat Muaraenim,” kata Arkan saat dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (26/6).

Lokasi yang paling tepat untuk mendirikan masjid tersebut dinilai Arkan, berada di kolam retensi di depan GOR Pancasila. Disana usul Arkan, bisa dibangun masjid terapung. Jika itu terealisasi menurutnya, masjid tersebut bisa meniru masjid terapung di Laut Merah, Jeddah, Arab Saudi

Untuk dananya sebut Arkan, bisa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Muaraenim atau memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, yang banyak beroperasi di Bumi Serasan Sekundang ini. “Jika masjid itu dibangun ditengah-tengah kolam retensi, tentu akan kelihatan lebih indah baik siang maupun malam hari. Selain itu, pastinya akan menambah keindahan Kota Muaraenim,” ucapnya.

Kenapa harus dibangun masjid cukup besar dipinggir jalan dan letaknya di kolam retensi? Arkan menjelaskan, karena itu menjadi icon. Sehingga masyarakat luar, akan lebih mudah mengetahui keberadaan Muaraenim. Misalnya itu, tadi masjid terapung di kolam retensi ini. “Sejauh ini, rasanya tidak ada penanda atau icon yang bisa diketahui masyarakat dari luar daerah kalau mereka berada di Muaraenim,” ujarnya.

Selain itu sambungnya, dibangunnya masjid terapung di tengah-tengah kolam retensi tersebut tidak hanya sekedar menjadi icon saja tetapi juga bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan di Kabupaten Muaraenim. Masjid ini juga bebernya, selain sarana ibadah juga bisa difungsikan sebagai tempat wisata relegius.

“Saat ini, di kawasan kolam retensi selalui ramai baik sore maupun malam hari. Kalau ada masjid terapung di kolam retensi, saya kira bakal semakin ramai. Selain masjid terapung, kedepannya juga bisa dibangun perpustakaan Islam,” ungkapnya.

Selain icon agamis, sambung Arkan, bagusnya juga di Kota Muaraenim ini dibangun tugu selamat datang ketika masuk Kota Muaraenim.  “Paling tidak di tugu tersebut ada tulisan selamat datang di Kota Muaraenim, Kota Adipura dan Kota Sehat Mandiri Agamis dan Sejahtera (SMAS). Sehingga ketika pengendara melintas tahu, bahwa mereka sedang berada di wilayah Muaraenim,” tukasnya.

 

TEKS               : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster