Kadinsos Pantau Pencairan Dana PKH

 260 total views,  2 views today

kegiatan pencairan dana PKH di kantor Pos Indralaya

kegiatan pencairan dana PKH di kantor Pos Indralaya

INDRALAYA – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Kabupaten Ogan Ilir (OI) Drs Syarkowi, MSi didampingi  Kabid Banjamsos M. Basid. S.IP, MSi dan beberapa staf memantau dan meninaju langsung pencairan perdana dana Program Keluarga Harapan (PKH), di Kantor Pos Tanjung Batu, Ogan Ilir, Kamis (26/6)kemarin.

Peninjauan tersebut untuk memastikan dan menghindari terjadinya pemotongan ataupun pungutan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap peserta PKH.

Kadinsos Drs Syarkowi,MSi dalam kesempatannya menegaskan, dana PKH ini tidak ada pemotongan sedikitpun, dengan dalih apapun.

“Dana PKH ini sudah mulai dicairkan di beberapa kantor pos, bila ada oknum melakukan pemotongan atau pungutan liar dengan alasan apapun, tolong laporkan kepada kami, karena dana ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin, jadi jangan dipotong,” tegas Syarkowi.

Syarkowi menambahkan,  sejak mulai dicairkannya dana PKH pada 20 Juni lalu, pihak Dinsos memantau atau  terjun langsung untuk melihat proses pencairan yang diterima peserta PKH.

“Penerima PKH ini tidak boleh ada pemotongan sedikitpun, tidak boleh dicairkan secara kolektif, harus dicairkan oleh sasaran yaitu ibu rumah tangga yang bersangkutan,” paparnya.

Sementara itu, Basid menambahkan, setiap pendamping bertanggungjawab terhadap 150-250 PKH dan setiap 3 bulan sekali harus ada pertemuan seluruh pendamping di Kabupaten OI yang bertempat di Kantor Dinas Sosial OI.

“Ini juga dilakukan untuk verifikasi kepada sasaran, karena program PKH ini peserta tidak akan bertambah namun kemungkinan berkurang pasti ada,” ungkapnya.

Wiwin Muhawarna (34), pendamping kecamatan dari Kementerian Sosial saat ditemui Kabar Sumatera mengatakan,   pencairan PKH tahap satu ini selesai satu hari dengan jumlah keseluruhan dana Rp 81. 595.000 yang dibagi 197 anggota PKH.

“Masing-masing anggota PKH besaran bantuan tunai yang diterima bervariasi berdasarkan jumlah anggota keluarga yang dihitung,”tuturnya.

Menurutnya, ketentuan penerimaan bantuan, baik komponen kesehatan maupun pendidikan. “Di kemudian hari besaran bantuan akan bisa berubah sesuai dengan kondisi keluarga saat itu atau bila peserta tidak dapat memenuhi syarat yang ditentukan.” ujarnya.

Rusmina, penerima dana PKH mengatakan, program tersebut dinilai sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dalam hal kesehatan dan pendidikan.

“Kami dan saya sangat berterima kasih buat pemerintah yang mau memperhatikan rakyak kecil seperti kami,” ujarnya singkat.

 

Teks : Junaedi Abdillah/Nofriyadi (MG)

TEKS: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster