Dituduh Merambah Hutan Lindung, Enam Petani Ditahan Polda

 416 total views,  2 views today

dengan rombongan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, AMAN  menggelar orasi dan meminta Polda Sumsel melepaskan enam rekan mereka yang dilaporkan diamankan di Mapolda Sumsel.

Rombongan Massa dari  Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, AMAN, Dll, menggelar orasi dan meminta Polda Sumsel melepaskan enam rekan mereka yang dilaporkan diamankan di Mapolda Sumsel.| Dok KS

PALEMBANG – Adanya penahanan yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel terhadap enam petani di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menimbulkan gejolak. Akibatnya ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mendatangi markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) Kamis (26/6) kemarin.

Mereka dating bersama dengan rombongan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, AMAN  menggelar orasi dan meminta Polda Sumsel melepaskan enam rekan mereka yang dilaporkan diamankan di Mapolda Sumsel.

Dikatakan Direktur Walhi Sumsel, Anwar Sadat, orasi yang digelar AMAN di Polda Sumsel ini merupakan yang kedua kalinya. Tuntutan mereka sama dengan orasi yang pertama, yakni meminta keenam petani teman mereka ditangguhkan dari penahanan yang kini diberlakukan Polda Sumsel.

“Ada keluarga kami yang kini diamankan di Mapolda Sumsel dengan alasan sudah merambah hutan lindung. Kami minta, Polda Sumsel melepaskan mereka sesuai dengan permohonan penangguhan penahanan yang pernah kita ajukan,” kata Anwar Sadat tegas.

Dilanjutkan Anwar, proses hukum bisa tetap berjalan meski tidak diberlakukan proses penahanan. Terlebih lagi hingga saat ini  belum ada cukup bukti yang bisa menjerat keenam petani itu ke ranah hukum.

Massa aksi disambut langsung oleh Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova. Dikatakan Djarod, permohonan pengajuan penangguhan penahanan sudah diterima oleh tim penyidik, dalam hal ini Ditreskrimsus Polda Sumsel. Namun, diterima atau tidaknya penangguhan penahanan tergantung dari pimpinan penyidik, yakni Kombes Pol Eddy Urwatmo.

“Saat ini, pimpinan Ditreskrimsus Polda Sumsel sedang tidak ada di tempat dan surat permohonan penangguhan penahanan sudah berada di ruangannya. Dalam waktu dekat, akan ada jawaban dari pimpinan,” kata Djarod.

Terkait proses penangguhan, jelas Djarod, ada beberapa pertimbangan diterima atau tidaknya proses penangguhan penahanan. Jika dinilai tidak menganggu proses penyidikan, seorang tahanan bisa saja tidak diberlakukan proses penahanan kepada dirinya.

Dalam orasai ini, setidaknya ada 200 lebih massa AMAN yang menggelar orasi di depan Mapolda Sumsel. Mereka berorasi tepat di tepi Jalan Jenderal Sudirman di depan Mapolda Sumsel.

Tak ayal, arus lalu lintas di sekitar lokasi orasi sedikit terganggu dikarenakan kecilnya kuantitas jalan yang bisa dilalui. Orasi berlangsung sekitar satu jam dan berjalan lancar.

 

TEKS    : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster