Budi Santoso : Media Harus Netral di Pilpres

 218 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Media massa baik cetak maupun elektronik harus netral di pemilihan presiden (pilpres), pasalnya pemberitaan yang dihembuskan media massa sangat berpengaruh terhadap opini publik. Pemikiran ini disampaikan mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel, Budi Santoso dalam diskusi panel bertema “Netralitas Media Menjelang Pemilihan Presiden 2014” yang digelar oleh Relawan Turun Tangan Palembang, di aula DPRD Sumsel, Kamis (26/6).

“Media massa harus netral dalam pemberitaan pemilu, karena media terutama elektronik itu kan memiliki chanel ataupun saluran yang itu pada hakikatnya milik masyarakat juga, jadi sudah seharusnya mereka berlaku netral dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” ungkap Budi.

Namun demikian Budi menilai, netralitas media pada pilpres tahun ini sangat memprihatinkan, bahkan media berani menunjukkan keberpihakan pada kandidat tertentu. Contohnya sangat terlihat pada pemberitaan di dua televisi nasional terkemuka di Indonesia.  “Idealisme media massa itu bulshit. Terutama di media elektronik, dalam hal ini televisi, ketidak netralitannya terlihat jelas. Sebut saja Metro Tv dengan Tv One,” kritiknya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Turun Tangan se Indonesia, Anggun Piputri mengungkapkan, pemilihan tema netralitas media menjelang pilpres dengan harapan, masyarakat bisa mendapat pendidikan politik.

“Kita ingin masyarakat bisa membedakan yang mana berita negatif dan positif, setelah itu kita harapkan dengan diskusi ini masyarakat mendapat pendidikan politik dan menekan angka golput,” bebernya.

Secara pribadi, Anggun berpendapat, ketidaknetralan media saat ini sangat tampak, terutama pada pemberitaan yang disampaikan Metro Tv dan Tv One. Kondisi ini menurut Anggun, sangat tidak baik bagi pendidikan politik masyarakat, karena efek dari pemberitaan televisi sangat signifikan terhadap opini masyarakat. “Seharusnya setiap media berlaku netral, dan mengeluarkan pemberitaan yang berimbang dalam menghadapi pilpres ini,” ujarnya.

Ditempat yang sama, mantan Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Sumsel, Imron Supriyadi juga mengungkapkan berbagai bentuk ketidak netralan yang dilakukan pasangan capres-cawapres saat ini melalui berbagai media.

“Data dari KPID, banyak program di televisi, radio maupun media cetak yang dimanfaatkan oleh pasangan capres-cawapres untuk kepentingan mereka. Ini membuta, masyarakat sebagai pembaca tidak nyaman,” tukasnya.

 

TEKS               : ARDHY FITRIANYSAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster