BI Siapkan Rp 5 Triliun Untuk Penukaran Uang

 227 total views,  2 views today

Bank Indonesia

Bank Indonesia

PALEMBANG – Kebutuhan uang (outflow) untuk periode ramadhan dan lebaran diperkirakan meningkat dibanding hari biasa untuk itu, Bank Indonesia (BI) Wilayah VII menyiapkan uang pecahan sebesar Rp 5 triliun untuk memenuhi outflow di Sumatera Selatan.

R Mirmansyah kepala Bank Indonesia Wilayah VII mengatakan, jelang ramadhan dan lebaran BI sudah siapkan uang pecahan sebanyak Rp 5 triliun. Dan ini akan disebar di semua kabupaten kota yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel).

“Uang yang paling banyak disiapkan adalah pecahan Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000. Pecahan uang Rp 50.000 dan Rp 100.000 biasanya untuk memenuhi kebutuhan pengisian anjungan tunai mandiri (ATM) yang juga akan meningkat pada Ramadan dan Lebaran nanti,” kata Mirmansyah, saat Presscon di gedung BI, Kamis (26/6).

Dia menambahkan, untuk penukaran uang, BI juga melibatkan beberapa bank seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Dengan begitu penukaran uang tidak menumpuk di satu tempat. Serta pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan perbankan lainnya yang memiliki mobil kas keliling, hal ini agar mempemudah pelayanan. Untuk penukaran direncanakan akan di buka dua minggu sebelum lebaran.

“BI akan mempersiapkan beberapa mobil yang akan ditempatkan pada tempat yang strategis seperti pasar maupun tempat-tempat yang memiliki keramaian,” katanya.

Dalam rangka clean money policy, BI menarik uang lusuh dari masyarakat untuk kemudian dimusnahkan dan mengedarkan uang layak edar di masyarakat. Hingga bulan Mei 2014, jumlah uang lusuh yang ditarik mengalami penurunan 7,73 persen dari tahun sebelumnya.

“Proporsi uang lusuh terhadap inflow hingga bulan Mei 2014! Sebesar 27 persen, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan proporsi uang lusuh sebesar 36,05 persen terhadap inflow,” katanya.

Sedangkan untuk penemuan uang palsu hingga periode Mei 2014, dari jumlah lembar turun hingga 26 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. “Penurunan ini karena BI selalu memberikan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat memahami ciri-ciri keaslian rupiah,” tutupnya.

 

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster