Tersangka Bansos OKU Dituntut 3,5 Tahun Penjara

 307 total views,  2 views today

Yulius Nawawi  | Foto ; Bagus Kurniawan

Yulius Nawawi | Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Yulius Nawawi,  yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Bansos tahun 2008, dituntut penjara 3,5 tahun oleh jaksa, Bimo Suprayoga dan kawan-kawan, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Rabu (25/6) kemarin.

Yulius juga dituntut membayar denda Rp50 juta, subsider penjara tiga bulan. “Dari bukti dan saksi di persidangan, terdakwa terbukti melanggar pasal 3 UU No 31 tahun 1999. Selain itu, terdakwa juga dituntut bayar uang pengganti Rp637 juta lebih, subsider penjara 1,9 tahun,” kata Bimo.

Eddy Yusuf, terdakwa dugaan tipikor Bansos OKU 2008, dituntut penjara 1,5 tahun. Selain itu, mantan Wagub Sumsel itu juga dituntut membayar denda Rp50 juta, subsider penjara tiga bulan.

“Dari keterangan saksi dan bukti di persidangan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor. Selain itu, terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti Rp 1,5 miliar, subsider delapan bulan penjara,” kata Bimo.

Baik pihak Eddy maupun Yulius sama-sama beranggapan jaksa mengada-ada dalam membuat tuntutan. Mereka menilai, isi tuntutan yang berkenaan dengan uang pengganti sangat berbeda dengan fakta persidangan yang selama ini sudah dijalani.

Ibrahim Sumantri, pengacara Yulius, mengatakan tuntutan terhadap Yulius jelas-jelas jauh dari rasa keadilan. Apa-apa yang dibacakan jaksa pada tuntutan ini dinilai Sumantri semuanya menyimpang dari fakta persidangan.

“Sejak sidang perdana hingga keterangan saksi, tidak ada yang menyebutkan Yulius mengambil uang Dana Bansos OKU 2008. Tiba-tiba, pada sidang tuntutan, jaksa membebankan Yulius membayar uang pengganti. Ini yang kami sebut mengada-ada,” kata Ibrahim.

Terkait pernyataan jaksa yang mengatakan Yulius tidak pernah mencoba mengembalikan uang pengganti, Ibrahim mengakuinya. Itu dilakukan Yulius karena Yulius merasa sama sekali tidak pernah mengambil Dana Bansos OKU 2008.

Jadi, kalau Yulius mengembalikan uang pengganti, itu sama saja Yulius mengakui perbuatan yang tidak pernah ia lakukan. Hal senada kurang lebih sama diungkapkan Husni Chandra. Pengacara Eddy ini menilai jaksa tidak konsisten karena adanya perbedaan antara dakwaan dan tuntutan.

“Pada dakwaan, jaksa membacakan uang pengganti senilai Rp 999 juta lebih. Namun, pada tuntutan, uang pengganti bertambah Rp 1,5 miliar. Ini tanda jaksa tidak konsisten,” kata Husni.

Baik Husni maupun Ibrahim menegaskan sudah siap membacakan pembelaan pekan depan. Keduanya berharap, majelis hakim tipikor yang diketuai Ade Komarudin memberikan vonis hukuman yang seadil-adilnya dan sesuai fakta persidangan.

Yulius dan Eddy menunjukkan ekspresi berbeda usai mengetahui tuntutan yang dibacakan jaksa. Meski menerima tuntutan jauh lebih rendah ketimbang Yulius, Eddy sempat mengusap matanya dengan tisu yang ia pegang. Matanya memerah dan berulang kali memegangi hidungnya.

Sementara Yulius tampak tenang-tenang saja. Saat berpelukan dengan kerabat dan keluarga, Yulius tidak tampak berkaca-kaca layaknya yang ditunjukkan Eddy. Begitu juga dengan keluarga dan kerabat Yulius yang mampu tegar mendengar tuntutan jaksa meski mereka nilai jaksa tidak adil.

Eddy dan Yulius naik menjadi tersangka Bansos OKU 2008 setelah adanya pernyataan dari keenam terpidana yang sudah divonis terlebih dahulu. Dana Bansos, yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, diduga digunakan untuk kepentingan pencalonan Eddy sebagai Wakil Gubernur Sumsel. Akibatnya, negara merugi hingga Rp3 miliar lebih.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster