Selesaikan Pembebasan Lahan Musi IV, Pemkot Minta Bantuan Pemprov

 231 total views,  2 views today

 

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, nampaknya angkat tangan untuk membebaskan lahan untuk pembangunan Jembatan Musi IV sebab warga masih ngotot menolak lahannya dibebaskan.

Kepala Bagian (Kabag) Agraria dan Batas Wilayah, Sekretariat Daerah (Setda) Palembang, Fahmi Fadillah mengatakan, pemkot meminta bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, untuk melakuan pembebasan lahan.

Fahmi menerangkan, saat ini pihaknya telah melaporkan hambatan dan kendala yang terjadi ketika melakukan sosialisasi pembebasan lahan tersebut ke provinsi. Pemprov sebut Fahmi, diminta untuk memfasilitasi untuk mengatasi kendala tersebut.

“Untuk pembebasan lahan di Kecamatan Ilir Timur (IT) II, kami bersama pemprov, BBJN dan Dinas Tata Kota Palembang sudah melakukan survei serta melakukan pematokan di lahan yang akan terkena dampak pembangunan,” kata Fahmi.

“Masyarakat di IT II, pada prinsipnya sudah setuju. Tetapi pada saat penandatanganan kesepakatan dengan pihak kecamatan, warga ingin melihat dahulu mana saja lahannya yang akan terkena pembebasan,” bebernya.

Sementara untuk pembebasan lahan di Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, sampai saat ini masih belum ada titik temu. Warga, masih menolak lahannya dibebaskan. “Kami menghimbau warga Kelurahan 14 Ulu, untuk  mendukung pembangunan Jembatan Musi IV ini, seperti yang dilakukan warga di IT II. Jembatan Musi IV ini, demi kemajuan Kota Palembang dan masyarakat,” pinta Fahmi.

Fahmi juga menegaskan, pembangunan Jembatan Musi IV tersebut tidak akan merusak bangunan tua yang ada di kawasan tersebut. “Untuk trase Jembatan Musi IV tidak akan melewati bangunan, kami juga akan konsisten mempertahankan bangunan tua dan heritage yang ada diwilayah tersebut,” tegasnya.

Ditanya berapa banyak warga yang mendapat ganti rugi, Fahmi belum bisa memastikan. Sebab masih melihat kondisi lapangan, secara teknis. Namun pihaknya sebut dia, akan mengganti sesuai dengan tanah yang terkena pembebasan lahan.

“Seandainya warga mempunyai lahan sebesar 300 meter, sedangkan yang terkena pembebasan lahan sebesar 275 meter, sehingga hanya menyisakan 25 meter lagi. Jadi otomatis akan diganti rugi menyeluruh. Begitu juga dengan bangunan yang terkena dampak pembangunan,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster