Saat Ggrebek Judi Sabung Ayam, Polisi Dihujani Tembakan Warga

 205 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Pemberitaan tentang maraknya judi sabung ayam di wilayah Kabupaten OKI, khususnya Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji. Membuat pihak kepolisian mengambil sikap tegas turun ke lokasi.

Jajaran Satreskrim Polres OKI dipimpina Kasat Reskrim, AKP Novi Ediyanto SH dan Kanit Pidum Ipda Irwan Sidik Selasa (24/6) sore melakukan penggerebekan tersebut.

Namun saat tiba di lokasi,  puluhan personil Satreskrim Polres OKI dicemaskan oleh hujan tembakan senjata api rakitan milik warga. Beruntung, polisi tidak bertindak gegabah sehingga wargapun menghentikan tembakan dan lemparan batu kearah polisi.

Setelah berhasil mengindari serangan ratusan warga yang tengah asyik menyaksikan judi sabung ayam, polisi juga berhasil mengamankan salah seorang warga yang diduga pemain judi sabung ayam dan beberapa ayam aduan. Warga yang diamankan tersebut yakni Ahmad (37), Dusun II Pematang Panggang, Mesuji OKI.

Kapolres OKI melalui Kanit Pidum Ipda Irwan Sidik mengaku pihaknya cukup kewalahan saat melakukan penggerebekan arena judi sabung ayam tersebut. “Saat kami datang warga ngejutkan kami dengan tembakan senpi rakitan ke udara. Namun kami berhasil meredam emosi warga sehingga salah seorang pemain bisa digelandang ke Mapolres OKI,” ujar Sidik, Rabu (25/6).

Menurut Sidik, arena sabung ayam di Pematang Panggang memang sudah menjadi tradisi dan hiburan masyarakat setempat. “Untuk menghilangkan kebiasaan nyabung ayam ini perlu adanya campur tangan pemerintah, terutama Kades dan Camat. Kami juga sudah mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggelar arena sabung ayam,” terangnya.

Untuk pemain judi sabung ayam yang diamankan, kata dia, pihaknya tidak bisa melakukan penahanan karena yang bersangkutan hanya sebagai pemain dan belum sempat bertaruh. “Saat kami datang warga langsung kocar kacir, jadi kami tidak tahu siapa bandar taruhannya. Kalau bandar yang tertangkap maka bisa diproses hukum, tapi kalau pemain hanya bisa kita kenakan wajib lapor,” beber Sidik.

Sementara menurut pengakuan Ahmad, arena sabung ayam tidak setiap hari digelar dan taruhannya pun hanya berkisar antara Rp250 ribu – Rp500 ribu. “10 persen dari taruhan itu hak pemilik gelandang sabung ayam. Untuk lokasi memang banyak tergantung siapa yang membuka gelandang. Tapi hanya warga kampung yang bertaruh, itupun kecil-kecilan,” akunya.

Ditambahkan Ahmad, memang sepengetahuannya jika ada pemain datangan maka warga yang bertaruh semakin banyak. “Tapi aku belum pernah taruhan, waktu ditangkap aku cuma nonton dan dak sempat lari,” tandas bapak yang telah memiliki dua orang cucu ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, perjudian dadu kuncang dan sabung ayam di Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari hari ke hari kian menjadi. Para pelaku perjudian merasa kebal hukum dan tidak khawatir terhadap aparat, polisi pun terkesan tutup mata karena diduga mereka telah menerima setoran uang.

Buktinya, para penjudi dan warga yang menonton sabung ayam dan dadu kuncang setiap harinya memadati arena kedua perjudian yang dilakukan di Dusun III Desa Pematang Panggang, tepatnya di dekat pasar setempat. Sabtu dan Minggu merupakan hari paling ramai mereka berjudi.

Pantauan di lapangan dan informasi warga sekitar pasar, perjudian sabung ayam dan dadu kuncang bukan dilakukan tersembunyi namun terang-terangan. Para badar sengaja membuka lapak dan arena pertarungan ayam jago yang dijudikan. Bahkan di lokasi ini ada rumah yang dihuni oknum anggota Polri yang bertugas di Polsek Mesuji, berinisial AP.

Memang arena sabung ayam dan dadu kuncang kerap berpindah lokasi. Sebelumnya pernah digelar di belakang SDN 2 Dusun IV Desa Pematang Panggang, kini beralih ke lingkungan pasar di Dusun III. Ironisnya, perjudian ini sudah digelar selama tahunan. Semua lokasinyapun sangat strategis dan hanya berjarak beberapa ratus meter dari Mapolsek Mesuji.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster