Kampanye Jokowi di Palembang, Blusukan dan Tebar Janji

 245 total views,  2 views today

 

Capres Indonesia Joko Widodo, Saat Memberikan orasi Didepan Ribuan Pendukungnya di Taman Bawah Jembatan Ampera Palembang.

Capres Indonesia Joko Widodo, Saat Memberikan orasi Didepan Ribuan Pendukungnya di Taman Bawah Jembatan Ampera Palembang.

PALEMBANG – Calon presiden (capres), Joko Widodo bersama sejumlah petinggi partai politik (parpol) koalisi pengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 1 tersebut seperti Megawati Soekarno Putri, dan Surya Paloh, melakukan kampanye di Palembang.

Selama di metropolis sejak Selasa (24/6) malam, sejumlah agenda dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif tersebut. Pantauan Kabar Sumatera, kemarin, Jokowi sejak pagi melakukan kegiatan seharian penuh mulai dari pelaku UMKM dan usaha kreatif, blusukan hingga menebar janji dalam kampanye di taman bawah Jembatan Ampera, Rabu (25/6).

Setelah Selasa malam, melakukan road show ke sejumlah kantor media, Rabu pagi, Jokowi bertemu dengan pelaku UMKM dan usaha kreatif, di Kelurahan Tuan Kentang. Disana, mantan Wali Kota Solo ini, menjanjikan kemudahan perizinan bagi pengusaha kecil jika ia terpilih sebagai presiden.

Kemudahan perizinan dimaksud adalah kemudahan untuk mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Menurutnya kedua izin itu, untuk pengusaha UMKM akan di gratiskan, agar merangsang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Semua tahu, usaha kecil banyak sekali kontribusinya dan menyangkut hajat puluhan juta rakyat Indonesia. Tetapi masalahnya, sulitnya mengurus izin usaha. Akan tetapi Jika nanti terpilih, izin usaha harus digratiskan dan dipermudah prosesnya,” kata Jokowi.

Sebagai orang yang berlatar belakang pengusaha sebut Jokowi, ia juga pernah mengalami kesulitan mengurus izin usaha. “Untuk mengurus SIUP, kalau dulu sekitar Rp 600 ribu sementara TDP, iznnya butuh Rp 100 juta. Habis modal, untuk mengurus surat izin saja,” cetus Jokowi.

Menurutnya, pemerintah harus melakukan jemput bola dan mencari UMKM, untuk diberikan izin dan pengusaha tidak perlu mengurus sendiri. Jokowi juga menyinggung perlunya memberi insentif modal tanpa agunan, kepada UMKM.

“Pinjaman ini penting, karena barang-barang di Indonesia banyak yang murah dan bisa dijual di pasar internasional seperti Amerika Latin dan Asia. Tetapi pelaku UMKM juga, perlu dibekali ilmu packaging, agar menarik dan tidak kalah dengan produk negara lain,” terangnya.

Usai berdialog dengan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, Jokowi melanjutkan perjalanannya dengan berdialog bersama relawan dan kalangan guru. Siangnya, Jokowi melakukan blusukan ke Pasar 16 Ilir. Setelah itu, barulah ia melakukan kampanye terbuka di taman bawah Jembatan Ampera.

Bantah Sejumlah Isu

Dalam kampanye di taman bawah Jembatan Ampera, Jokowi kepada ribuan massa yang memadati taman tesebut, membantah sejumlah isu yang menyudutkan dirinya. “Banyak isu yang berseliweran, yang perlu saya jelaskan,” tegas Jokowi.

Misalnya, ada isu penghapusan tunjangan sertifikasi guru dan gaji ke 13 bagi PNS, jika ia terpilih sebagai presiden. Menurut Jokowi, isu itu tidak benar dan bohong. “Kalau ekonomi Indonesia membaik dan tumbuh diatas tujuh persen, justru tunjangan sertifikasi bagi guru dan gaji ke 13 itu, akan ditambah,” tegasnya.

Jokowi juga menyinggung yang menyebut, kalau ia adalah anak warga negara Singapura. ”Ndak bener. Itu isu, karena saya bukan wong Singapur, wajah ndeso ini dibilang keturunan Singapura. Ibu, bapak, nenek dan kakek saya berasal dari daerah terpencil di Jawa,” kata Jokowi.

Walau wajah ndeso sebut Jokowi, namun secara pemikiran ia berani diadu. “Biar wajah ndeso, tetapi pemikiran internasional. Ada yang sebut jika debat, saya tidak bisa jawab. Itu menghina saya, sekarang bisa dilihat siapa yang ketahuan bodoh,” ujarnya.

Karenanya tegas Jokowi, tak perlu ragu untuk memilih ia dan pasangannya, Jusuf Kalla (JK) saat Pilpres, 9 Juli mendatang. ”Pulang dari sini, ajak keluarga, pacar dan lainnya untuk mencoblos no 2. Jelaskan kepada mereka bagai mana sebetulnya Jokowi-JK itu, tanggal 9 nanti saya akan telpone ke Palembang. Kalau menang, saya akan langsung ke Palembang untuk menyalami semuanya,” janjinya.

Sementara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Presiden, Puan Maharani, tidak banyak melakukan orasi. Keduanya hanya menyapa masyarakat dan mengajak masyarakat Sumsel memilih pasangan nomor urut 2 tersebut.

“Kalau dibilang di Jokowi-JK, tidak ada orang Sumsel, itu tidak benar. Saya ini orang Sumsel, bapak saya, (alm) Taufik Kiemas adalah orang Muaraenim. Artinya, masyarakat Sumsel tetap akan diperhatikan jika Jokowi-JK yang terpilih sebagai presiden-wapres,” ungkap Puan.

 

TEKS            : ARDHY FITRIANSYAH (MG)

EDITOR          : DICKY WAHYUDI 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster