Dua Tahun PAD OKI tak Capai Target

28 total views, 3 views today

KAYUAGUNG – Kinerja Pemerintah Kabupaten OKI, dinilai kurang maksimal dimana selama dua tahun  Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak pernah tercapai target. Hal ini membuat para anggota dewan mengkritisinya pada pandangan rapat paripurna di kemarin (25/6).

Setidaknya ada lima fraksi yang mengkritisi kinerja eksekutif ini, seperti fraksi PDIP melalui jurubicaranya Hasan Darwin, menurutnya PAD tahun 2013 tidak tercapai target dimana kekurangan sebesar 8,61%, dari jenis retribusi dan pajak daerah masih kurang maksimal.

“Pada tahun 2013 target PAD OKI sebesar Rp 75 172 656 251,18 dan realisasinya hanya Rp 68 509 424 620,12 yang berarti hanya terealisasi 91,14%, selain itu pendapatan daerah juga terdapat selisih yang cukup besar antara anggaran dan realisasi pada tahun 2013,” kata dia menerangkan.

Kemudian fraksi Partai Demokrat yang diampaikan melalui juru bicaranya Abdul Hamid Baki, kata dia harus dievaluasi setiap SKPD agar mampu meningkatkan pendapatan asli daerah baik dari retribusi maupun pajak daerah.

“Seharusnya PAD setiap tahun bisa over target jika ada keseriusan dari SKPD terkait untuk meningkatkan PAD yang dikelolanya,”  ujar Hamid.

Senada disampaikan fraksi PKS yang disampikan oleh Marzuna, sejak tahun 2012 target PAD OKI tidak tercapai, PAD OKI tahun 2012 yang ditargetkan sebesar Rp 57,1 milyar hanya terealisasi Rp 51,9 milyar, kemudian tahun 2013 hanya terealisasi 91,14% Tidak pernah tercapainya target PAD ini tentu menjadi “pekerjaan rumah” bagi seluruh instansi di jajaran Pemkab OKI ke depan agar PAD 2014 tidak mengalami nasib serupa. Pernyataan yang sama diungkapkan oleh fraksi Golkar dan Bulan Bintang.

Sementara itu Bupati OKI Iskandar melalui Wakil Bupati Muhammad Rifai, mengatakan  tidak tercapainya PAD OKI disebabkan karena adanya beberapa pendapatan yang tidak mencapai target seperti retribusi daerah, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain.

“Kedepan akan terus kita tingkatkan, sehingga dapat lebih optimal dalam menunjang APBD kita,” kata Rifai dihadapan seluruh anggota DPRD OKI.

Tidak tercapainya target PAD ini tentu menjadi pekerjaan bersama bagi seluruh instansi di jajaran Pemkab OKI ke depan agar PAD 2014 tidak terulang.

“Rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten OKI pada tahun 2013 lalu melambat sebesar 0,12 %, Yaitu 6,45 % di tahun 2013 dibandingkan tahun 2012 sebesar 6,57%. Melambatnya pertumbuhan ekonomi karena dampak krisis di beberapa negara dan melemahnya nilai tukar rupiah,” ujar Rifai.

Namun sambung dia, ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan yaitu pada sektor pertanian 4,81 persen dan sektor listrik/gas/air bersih 6,48%. Jumlah investasi di OKI juga terus mengalami peningkatan secara signifikan.

“Pada tahun 2013 jumlah investasi mencapai Rp 6 942 454 381 688,00 dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp 4 370 219 060 692,00 atau naik 58,8%,”bebernya.

Sementara itu menurut Plt Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan keuangan dan Aset daerah (DPPKAD) Kabupaten OKI, M Daud untuk meningkatkan, PAD memang harus melalui beberapa strategi yakni strategi  intensifikasi, ekstensifikasi, koordinasi  dan rekonsiliasi.

“Untuk Intensifikasi kita kan gencar melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kepada wajib pajak dan wajib retribusi tentang pajak, kemudian retribusi yang telah disesuaikan dengan UU No 28 tahun 2009,” ungkapnya.

Selanjutnya melaksanakan penagihan rutin dan berkala, kemudian melaksanakan pengawasan internal melalui standar Operating Procedur (SOP).

“Pendataan wajibpajak dan retribusi terus ditingkatkan, Kualitas SDM khususnya dibidang pengelolaan Pajakbumi dan bangunan (PBB) harus ditingkatkan lagi, dan yang penting meningkatkan koordinasi dengan SKPD penghasil PAD,” terangnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com