41 Staf KPU Diberdayakan Lipat Kertas Suara Pilpres

 262 total views,  2 views today

Proses Pelipatan Surat Suara

Proses Pelipatan Surat Suara

MUARAENIM – Proses pelipatan surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang mulai dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muaraenim. Pelipatan kertas suara ini, dilakukan dengan memberdayakan staf KPU Muaraenim, sebanyak 41 orang.

“Alhamdulillah, sekarang ini proses pelipatan surat suara telah mencapai 51 persen. Kita libatkan 41 staf, untuk melipat surat suara Pilpres,” kata Komisioner KPU Muaraenim Divisi Logistik Eko Suprianto kepada Kabar Sumatera di ruang kerjanya, Rabu (25/6).

Saat ini kata Eko, semua logostik  Pilres telah diterima oleh KPU Muaraenim kecuali formulir C1 sampai C7, yang  masih menunggu pengirimannya dari KPU RI. Jika semuanya telah komplet, maka akan segera di distribusikan kepada masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk kemudian didistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Sementara logistik lainnya untuk Pilpres, seperti kotak suara tinta, segel, surat suara telah kita terima.  Namun, formulir C1 sampai C7, masih kita tunggu kedatangannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan tiba, sehingga pada H-10 telah kita distribusikan kepada PPK,” terangnya.

Terpisah Komisioner KPU Muaraenim Divisi Teknis, Ahyaudin menambahkan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat saat Pilpres, 9 Juli mendatang, KPU Muaraenim menggencarkan sosialisasi ke masyarakat mengenai tata cara pencoblosan.

Sosialisasi itu dilakukan baik melalui spanduk, maupun media lainnya. “Kita berharap kesalahan atau kekeliruan masyarakat, dalam menyalurkan hak pilihnya dapat diminimalisir. Apalagi hanya dua pasang calon, berbeda dengan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) lalu yang sedikit membuat bingung masyarakat, karena banyaknya calon anggota legislatif (caleg),” terangnya seraya menambahkan surat suara dalam Pilpres nanti hanya berukuran 23 x 18 cm.

Ahyaudin juga menjelaskan, KPU telah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada PPK. Nanti, PPK akan melakukan Bimtek kepada PPS. “Pada 19 Juni 2014 lalu, kita telah melakukan Bimtek kepada PPK. Kita berharap, pada Pilpres mendatang tidak ada warga yang kesulitan atau bingung melakukan pencoblosan. Sehingga jumlah surat suara yang tidak sah karena keliru coblos, bisa diminimalisir,” tukansya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster