Perketat Pengawasan WNA

 225 total views,  2 views today

pasport

pasport

PALEMBANG – Banyaknya even internasional yang akan dihelat di Sumsel, membuka peluang masuknya Warga Negara Asing (WNA) secara ilegal ke Sumsel. Karenanya kabupaten/kota diminta untuk memperketat pengawasan terhadap WNA, dengan membentuk tim koordinasi pemantau kegiatan orang asing.

Selain itu kata Kabid Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol dan Linmas Sumsel, Vera Theresia, kabupaten dan kota juga diminta membentuk organisasi non pemerintah, untuk mengawasi keberadaan orang asing yang berada di Sumsel.

“Orang asing disini memiliki harfiah mereka yang bukan Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka datang dan beraktivitas di Indonesia, khususnya di Sumsel,” kata Vera yang dibincangi usai Sosialisasi di Kantor Pemprov Sumsel, kemarin.

Menurut Vera, Kesbangpol berkoordinasi dengan sejumlah instansi, baik itu Hotel, Disnaker maupun pihak kepolisian untuk melaporkan aktivitas orang asing ke pemerintah pusat setiap tiga bulan.

“Ini merupakan suatu wadah yang digagas oleh sejumlah SKPD dan instansi yang berwenang. Timnya juga sudah mulai jalan,” ujarnya seraya enggan menyebutkan jumlah rinci WNA di Sumsel.

Vera menegaskan, Sumsel termasuk kategori daerah yang didominasi oleh para pekerja asing. Meski tidak menutup kemungkinan, sejumlah peneliti asing yang berminat datang ke Indonesia untuk meneliti budaya.

“Kita bukan kawasan wisata. Namun, sekecil apapun kemungkinannya tetap kita waspadai. Mereka harus mendapatkan izin kita dulu, baik itu akademisi, agama ataupun kebudayaan,” tegas dia.

Izin tersebut, lanjutnya, membuat Sumsel lebih mudah mengawasi aktivitas orang asing tersebut. “Apakah sesuai dengan koridor kita atau tidak serta ada batasan-batasan yang harus dipatuhi mereka,” imbuhnya.

Meski demikian, Kesbangpol mencatat, setidaknya warga negara asing yang ada di Sumsel didominasi oleh warga Tiongkok. Mereka merupakan para pekerja di daerah Kabupaten Lahat ataupun Muaraenim. “Disana banyak perusahaan asing. Kalau bule, tentunya di Jakarta yang dominan,” kata dia.

Agar tidak kecolongan, pihaknya juga mengimbau keterlibatan masyarakat untuk melapor ke aparat pemerintahan terdekat jika melihat aktivitas mencurigakan, khususnya yang dilakukan oleh warga negara asing ini. “Setidaknya, masing-masing internal di tingkat warga itu sendiri. Segera laporkan kepada pihak berwajib. Pengumuman 1×24 jam itu jangan diacuhkan,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster