Perekonomian Sumsel Belum Baik

 216 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Target pendapatan asli daerah (PAD) Sumsel, belum mencapai target yang ditetapkan. Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menyebut, belum tercapainya target pendapatan tersebut, lantaran kondisi perekonomian yang belum membaik.

Hal itu disebabkan tekanan nilai rupiah terhadap dolar, turunnya produksi minyak mentah, dan menurunnya harga komoditas tertentu. “Contohnya adalah karet yang memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap pendapatan kita,” kata Alex dalam Rapat Paripurna di DPRD Sumsel, Selasa (24/6).

Untuk itulah, terangnya, Pemprov Sumsel akan berupaya keras meningkatkan PAD 2014 ini. Caranya yaitu, pertama mereka akan membentuk tim optimalisasi pendapatan daerah, membentuk tim inventarisir piutang daerah.

Selain itu, juga akan menyerahkan penyelesaikan piutang pajak daerah kepada Kejati dan Jaksa Pengacara Negara, memperbaiki fasilitas Samsat dan sistem informasi, dan meningkatkan koordinasi.

“Kita juga akan menindaklanjuti hasil temuan BPK dengan melibatkan Inspektorat untuk memonitoring pelaksanaaan hasil pemeriksaan, membentuk tim khusus pemeriksaan Dispenda, dan melayangkan teguran kepada SKPD untuk melakukan tindaklanjut temuan,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing mengatakan, Pemprov Sumsel juga akan menambah pendapatan dari Aset sebesar Rp 652,97 miliar. Aset itu menjadi temuan BPK RI karena tidak jelas sehingga perlu dihapuskan. Nah, Pemprov  akan menelusuri kembali aset tersebut.

“Aset tersebut terdiri dari aset yang rusak berat atau aset yang sudah tidak jelas lagi keberadaannya sehingga akan kita hapuskan atau dilelang. Serta aset tetap akan dihibahkan seperi peralatan meubelai di sekolah,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster