Jelang Ramadhon, Pengemis dan Anjal Diprediksi Meningkat

 217 total views,  2 views today

 

Anak Jalanan | Bagus Park

Ilustrasi Anak Jalanan | Bagus Park

PALEMBANG – Memasuki bulan suci Rhamadan 1435 H, jumlah pengemis, gelandangan dan anak jalanan (anjal) di Kota Metropolis di prediksi meningkat hingga 30 persen dari hari biasanya. Demikian diungkapkan kepala Dinas Sosial (Dinsos) Palembang, Faizal AR, Selasa (24/6).

Menurutnya, Berdasarkan data setiap tahunnya, jumlah mereka meningkat 20-30 persen di bulan Suci Ramadhan, “Minimal H-1 Puasa, pengemis, anjal dan lainnya sudah mulai berdatangan,”ungkap Faizal.

Dikatakannya, tingginya angka pengemis, gelandangan maupun anjal di Palembang, karena mereka menilai masyarakat Palembang suka memberi dan bersedekah.  “Mereka gelandangan, pengemis itu kebanyakan datangan, bahkan dari luar Provinsi Sumsel, seperti dari Jawa, Bandung dan lainnya. Dan ada juga dari Kabupaten Kota di Sumsel seperti, Ogan Ilir (OI) Banyuasin, Ogan Kemering Ilir (OKI) dan lainnya,”katanya.

Tapi, sambung Faizal untuk mengantisipasi maraknya pengemis, anjal berkeliaran di jalan maupun di tempat ibadah. Pihaknya sudah mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 tentang pengemis, anjal dan gelandangan.

“Jadi apabila kedapatan bagi anjal, pengemis dan gelandangan berkeliaran, maka kami akan segera tertibkan. Begitu juga bagi pemberi sedekah, akan ada sangsi tegas. Bahkan, dalam Perda tersebut sampai denda maksimal uang Rp 50 juta dan kurungan penjara, bagi pemberi,”tegasnya.

Menurut Faizal, selain adanya Perda yang mengatur, pihaknya juga menyiapkan kendaraan sebanyak 3 unit armada mobil ditambah 7 unit sepeda motor dalam menyisir keberadaan anjal, gelandangan maupun pengemis di Palembang.

“Ketika bulan puasa ini, kami akan fokuskan di rumah ibadah Masjid, karena masyarakat muslim banyak meningkatkan ibadah di bulan puasa. Nah, disitulah pengemis gelandangan maupun anjal beraksi,”bebernya.

Faizal mengaku, pihaknya sudah memiliki tim yang kuat dalam melakukan penyisiran setiap sudut kota, yakni dengan personil 32 orang, yang terdiri dari Polisi, TNI, Satpol PP dan petugas Dinsos.

“Akan lebih di maksimalkan dalam penertiban, karena keberadaan mereka di masjid. Secara tidak langsung mengganggu kekhusukan umat muslim dalam melaksanakan ibadah,”ujarnya.

Faizal menghimbau, bagi masyarakat yang ingin bersedekah, diharapkan bersedekah pada tempatnya. Artinya, bukan memberi anjal, pengemis atau yang lainnya.

“Banyak tempat kalau ingin bersedekah, seperti masjid, panti asuhan, dan lain sebagainya. Karena jika kita memberi mereka pengemis, dan anjal uang, maka secara tidak langsung, kita membuka ruang bagi mereka untuk terus melakukan hal seperti itu,”tukasnya.

 

TEKS : ALAM TRIE

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster