112 CJH Reguler Ikut Bimbingan

 201 total views,  2 views today

INDRALAYA  – Sebanyak 112 Calon Jemaah Haji (CJH), Kabupaten Ogan Ilir (OI), mengikuti bimbingan manasik haji tingkat kabupaten, Selasa (24/6), kemarin di Gedung Serba Guna, Pemkab OI.

Kantor Kementrian Agama (Kemenag), Ogan Ilir memastikan, 112 CJH yang ikut bimbingan tersebut murni dari jalur regular dan bukan dari biro perjalanan haji plus.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kemenag, OI, Drs H. Subrata M.Pd.I, di sela-sela bimbingan manasih haji.

“Ya, seluruh CJH yang ikut bimbingan bukan dari jalur CJH Plus. Semua murni resmi dari pemerintah dari jalur reguler,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak memungkiri menjamurnya biro haji plus yang hampir tersebar di kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel). Namun, dirinya juga memastikan, ada tiga biro perjalanan yang mempunyai sertifikat alias resmi yang keluar dari Kementrian Agama Pusat.

“Yang pasti hanya ada tiga biro perjalanan resmi yakni adalah Travel Haji An Najah, Travel Haji Pakem dan Travel Haji Amitur. Ketiganya berlokasi di Palembang. Selain itu ilegal,” jelasnya.

Dirinya mengimbau, kepada seluruh masyarakat Ogan Ilir untuk hati-hati terkait maraknya biro perjalalanan. Jika ingin mengikuti jalur Haji Plus, untuk mendaftarkan diri kepada biro haji yang memiliki sertifikat resmi dari pemerintah.

Untuk bimbingan haji, Subrata menjelaskan, para CJH akan mengikuti bimbingan selama tiga hari berturut-turut. Hal ini wajib dilakukan untuk memberikan wawasan dan pemahaman sebelum para jamaah berangkat ke tanah suci.

“Bimbingan ini untuk memberikan pembekalan tentang ibadah haji dan pemahaman jika berada di tanah suci. Kita lakukan selama tiga hari,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati OI, H. Mawardi Yahya dalam arahannya mengatakan, melalui bimbingan, CJH dapat mengambil intisari pembelajaran sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.

Selain itu, lanjut bupati, Pemkab OI siap mengawal dan memberikan bimbingan dan arahan pada saat pemberangkatan maupun kepulangan haji nanti.

“Intinya harus saling koordinasi dan jangan sendiri-sendiri. Saya juga berpesan untuk menjaga kesehatan mulai sekarang. Agar saat berangkat dan sampai di sana (Mekah), jamaah dalam keadaan sehat dan sempurnya dalam menjalankan ibadah haji,” pesannya.

Bupati juga meminta kepada pihak Kemenag OI untuk melakukan pedekatan kepada  Kemenag  Sumsel, agar para CJH asal Kabupaten OI  tempat pemondokannya (maktab) berdekatan  dengan Masjidil Haram.

“Saya minta tolong dan diupayakan agar CJH kita Maktabnya berdekatan dengan masjid. Bukannya apa-apa, kita kasihan dengan CJH yang usianya sudah tua, kalau Maktab jauh dari masjid hingga di atas 5 kilometer tentu  perjalannya cukup jauh,’’ jelas Bupati.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster