104 Perusahaan Digandeng Bangun Infrastruktur

 234 total views,  2 views today

 

KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering ilir (Pemkab OKI) membentuk prgram kemitraan bina lingkungan (PKBL) melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari 104 perusahaan Perkebunan, kehutanan dan lainnya yang beroperasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk membangun kabupaten OKI dari desa.

Manajemen dari 104 perusahaan tersebut kemarin (24/6) dikumpulkan oleh Bupati OKI Iskandar, program ini dibentuk untuk menutupi tingginya ongkos pembangunan yang tidak bisa dibayar lewat APBD.

“Pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun kewajiban pihak swasta dan masyarakat. Tingginya ongkos pembangunan, membuat semua biaya tidak bisa di cover dana dari APBD,” kata Bupati OKI Iskandar diwakili Sekda Husin.

Saat ini APBD OKI hanya Rp1,4 triliun. Sementara luas wilayah OKI mencapai 19 ribu kilometer persegi,  sehingga ke tergantungan dengan pemerintah pusat masih tinggi.

“Sehingga pembangunan Daerah yang harus dimulai dari Desa, sangat membutuhkan suport dari perusahaan melalui dana CSR perusahaan yang beroperasi di kabupaten OKI,”  katanya.

Lanjut Sekda, prgram CSR-PKBL dibentuk karena adanya berbagai masalah dikabupaten OKI salah satunya adalah jumlah penduduk miskin yang cukup tinggi.

“Masih  belum terpenuhinya pelayanan dasar terutama infrastruktur jalan, jembatan dan ketertinggalan desa, tingginya pengangguran, pelayanan kesehatan belum maksimal, air bersik dan listrik, untuk mengatasi hal tersebut tidak mungkin hanya mengandalkan APBD saja, kita butuh partisipasi aktif dari pelaku usaha di OKI,” jelasnya.

Melalui Program CSR-PKBL  ini, Bupati mengajak perusahaan untuk membantu pembangunan dan berkewajiban mengeluarkan program CSR ke pada masyarakat diwilayah operasi masing-masing.

“Kita juga melibatkan perusahaan dalam Musrenbang,di mulai dari Musrenbang Kecamatan,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bappeda OKI, Makruf  berharap, program ini segera diimplementasikan di Kabupaten OKI untuk percepatan pembangunan.

“Saya mengajak semua pihak, terutama pihak swasta untuk mem ba ngun OKI. dengan kebersamaan saya yakin, tugas berat akan terasa ringan. Saya minta perusahaan bisa membantu pemerintah dengan program CSR, bantulah masyarakat sekitar terutama infrastrukturmya,” katanya.

Melalui kemitraan ini pemkab OKI melibatkan tiga sektor untuk pembangunan berkelanjutan. Yakni pemerintah, perusahaan dan organisasi masyarakat sipil.

“Program ini bukan untuk mengumpulkan dana CSR melainkan untuk belajar dan bekerja sama  mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan, realisasi CRS tetap dilakukan oleh masing-masing perusahaan dengan diawasi oleh pemerintah dan organisasi masyarakat,” tutupnya.

 

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster