Warga Diminta Waspadai Api

 293 total views,  2 views today

Ilst. Kebakaran | Dok KS

Ilst. Kebakaran | Dok KS

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau masyarakat di Sumsel untuk mewaspadai api. Apalagi menjelang bulan Juli nanti, Sumsel memasuki bulan kemarau panjang. Berbagai bentuk kelalaian membuat kemungkinan terjadinya kebakaran besar.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto usai menyerahkan bantuan terhadap warga musibah kebakaran di kawasan Sekip, Senin (23/6). Menurut Yulizar, api yang kecil kalau lalai bisa menjadi kebakaran besar. Dirinya meminta masyarakat di Sumsel memastikan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Masyarakat jangan buang puntung rokok sembarangan. Harus waspada karena rawan kebakaran pada musim kemarau. Racun nyamuk bakar juga harus diwaspadai, dan jangan meninggalkan sampah yang dibakar,” kata Yulizar kepada masyarakat penerima bantuan kebakaran di Kebon Semai di RT 08 dan 09 Kelurahan Sekip Jaya Kecamatan Kemuning, Senin (23/6).

Menurutnya kebakaran sering terjadi karena kelalaian masyarakat. Namun ia tetap menyebut hal itu sebagai bencana, dan korban sepatutnya mendapat perhatian pemerintah. Dalam kedatangannya di Kebon Semai kemarin, Yulizar mewakili pemprov menyerahkan 120 paket bantuan.

Bantuan tersebut terdiri dari selimut, terpal, tikar, sandang berupa pakaian pria dan perempuan dewasa serta anak-anak. Selain itu paket lauk pauk berupa ikan kaleng, tumis jamur, sambal goring udang, gulai ayam dan kornet. Di samping makanan tambahan berupa bubur kacang merah dan hijau serta minuman kedelai.

“Gubernur Sumsel membantu warga korban kebakaran di Sekip melalui BPBD. Termasuk penyediaan air bersih, posko dan fasilitas MCK. Bila masih dirasa kurang, Camat Kemuning akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota maupun Pemprov Sumsel,” jelasnya.

Kebakaran sendiri terjadi pada Sabtu dini hari lalu (21/6). Sebanyak 431 jiwa atau 110 Kepala Keluarga (KK) dari dua RT, 08 dan 09 telah kehilangan tempat tinggal. Suparman salah satu warga dari RT 08 mengungkapkan, sejumlah bantuan berdatangan dari pemerintah, swasta dan masyarakat sekitar.

“Bantuan sudah banyak yang datang. Mereka menyumbang mi instan, beras, air mineral gelas dan peralatan memasak. Hingga sekarang tidak ada bantuan yang kurang. Bisa dikatakan lebih dari cukup,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster