Program PKH Tahap Pertama Mulai Dicairkan

 217 total views,  2 views today

kegiatan pencairan dana PKH di kantor Pos Indralaya

kegiatan pencairan dana PKH di kantor Pos Indralaya

INDRALAYA  – Sebanyak 4.177 masyarakat kurang mampu di 12 kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir (OI), dijadwalkan akan menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), tahap pertama.

Dana keseluruhan yang mencapai Rp 1,5 Miliar ini bisa diambil oleh para penerima PKH di kantor pos yang sudah ditunjuk. Pengambilan uang tersebut terhitung sejak 20-27 Juni 2014.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir melalui Dinas Sosial menjamin, pencairan tersebut bebas dari potongan. Jika terbukti, oknum tersebut akan ditindak tegas.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Syarkowi melalui Kabid Banjamsos M. Basid. S.IP, MSi didampingi Kasi Jamkesos Dinas Sosial, Laila Keumala, SE, MM OI, Senin (23/6) kemarin, mengatakan, pencairan dana PKH merupakan tahap pertama untuk 4.177 warga.

Menurut Basid, jumlah uang yang diterima oleh penerima PKH bervariasi berdasarkan kriteria. Untuk ibu hamil/nifas/balita Rp 1juta. Anak SD Rp 500ribu, SMP Rp 1 juta. Jadi, bila menenuhi seluruh kriteria akan mendapat bantuan Rp 2,8 juta/tahun. Sementara bantuan paling kecil yaitu sebesar Rp.800ribu/tahun.

“Adapun kantor pos yang ditunjuk, yaitu Kantor Pos Indralaya, Tanjung Batu, Tanjung Raja, Ketiau Lubuk Keliat dan Kantor pos Palembang untuk penerima yang tinggal di Kecamatan Pemulutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pencairan tersebut tidak ada pemotongan sama sekali. Bila ada oknum yang berani memotong segera dilaporkan ke Dinsos OI dan segera akan ditindak tegas.

“Ini bantuan untuk keluarga kurang mampu. Kalau ada oknum yang berani memotong, silahkan laporkan kepada kami (Dinsos). Kami agar segera meninda ktegas oknum tersebut,” ujar Basid.

Prosedur pencairan, sambung Basid, yakni dengan membawa photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). “Kalaupun ada ibu hamil tidak bisa mencairkan karena alasan kesehatan boleh juga suaminya yang mencairkan dengan membawa surat kuasa dari istrinya,” ucapnya.

Basid memaparkan, bantuan dalam jangka pendek ini bertujuan mengurangi beban masyarakat kurang mampu. “Diharapkan, bantuan ini nantinya dapat memutuskan mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari kondisi kemiskinan,” pungkasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster