Pergolakan Politik Thailan Tak Pengaruhi Distribusi Kendaraan

 263 total views,  2 views today

Pameran Auto Vaganzaa di Palembang Indah Mall (PIM) Palembang.

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Pergolakan politik Thailand yang belum menunjukan tanda berakhir dijamin tidak berpengaruh terhadap pendistribusian unit mobil Toyota di Sumsel. Kondisi itu dikarenakan 90 persen unit Toyota sudah diproduksi di Indonesia.

Branch Manager Auto 2000 Tanjung Api-Api (TAA) Palembang, Yagimin saat ditemui di kantornya beberapa waktu yang lalu mengatakan, mulai tahun ini sebagian besar mobil yang di distribusikan di Indonesia sudah di produksi di Karawang sehingga ketersediaan mobil tidak lagi bergantung pada supplai dari Thailand. “Sebagian besar produk Toyota di produksi di Indonesia. Hanya beberapa produk saja yang masih di produksi di Thailand dan Jepang,”ujar Yagimin.

Dipilihnya, Indonesia menjadi basis produksi Toyota, tidak lain karena prospek pasarnya yang dipandang sangat potensial. “Bahkan produk Toyota yang di produksi di Indonesia juga di ekspor ke beberapa negara. Seperti unit Avanza dan Agya,”katanya.

Oleh sebab itu, ia menjamin pergolakan yang terjadi di Thailand tidak akan membuat proses inden produk Toyota menjadi lebih lama. “Kami berupaya agar konsumen tidak lama untuk mendapatkan mobilnya,”terangnya.

Produksi di Indonesia ini juga menjadikan proses pendistribusian saat menjelang lebaran tidak lagi menjadi masalah. “Penjualan jelang lebaran diperkirakan akan meningkat hingga 10 persen. Dengan produksi mobil yang lebih cepat, tentu akan berdampak pada proses inden yang dapat dipangkas,”jelasnya.

Tidak hanya Toyota, Daihatsu juga tidak terkena dampak dari situasi politik yang memanas. Pasalnya, tidak ada lagi produk Daihatsu yang diimpor dari Thailand.”Hampir semua produk daihatsu sudah di produksi di Indonesia. Hanya Daihatsu Sirion yang masih diimpor dari Thailand,”kata Kepala Cabang PT Astra Daihatsu Palembang, Fanfan Fadilah.

Oleh sebab itu, ia menghimbau konsumen tidak perlu khawatir nuansa politik di Thailland akan berpengaruh pada waktu inden.”Kami berupaya agar inden tidak lama, kalaupun lama ini hanya pada unit-unit tertentu saja,”paparnya.

Berbeda dengan kedua brand asal Jepang yang sebagian produksinya sudah dilakukan di pabrik yang ada di Indonesia, kondisi politik di Thailand justru mengganggu distribusi unit kendaraan double Cabin milik Ford terlebih jelang waktu pergantian tahun angkutan pertambangan.

“Kalau melihat kuota normal, kemampuan kita memenuhi kuota baru 60% dari kebutuhan, makanya kita sekarang terus mencari dari sumber lain,(dealer Ford lain di luar Sumsel) karena kendaraan kita ini bukan dirakit di indonesia, mobil kita ini murni built up dari thailand.”tutup Arifin selaku Manager Marketing Support Ford Palembang.

 

TEKS : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster