Musim Proyek, Harga Batu Kali Naik

 3,835 total views,  2 views today

Ilustrasi Batu Kali | Dok KS

Ilustrasi Batu Kali | Dok KS

MUARA ENIM – Harga batu kali dan batu koral ditingkat penjual mengalami kenaikan dari harga biasa. Kenaikan harga ini dipicu oleh mahalnya ongkos transportasi dan tingginya permintaan, akibat banyaknya pekerjaan proyek-proyek pemerintah.

Kaprowi (45), warga Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten MuaraEnim yang berprofesi sebagai buruh angkut batu kali ketika dibincangi Kabar Sumatera, Senin (23/6) menyebut, harga batu kali di tingkat buruh saat ini mencapai Rp 110 ribu per kubik.

Harga ini jelasnya sudah mulai naik, sebab biasanya harga batu kali biasnaya Rp 90 ribu per kubik. “Naiknya harga tersebut, karena permintaan banyak disebabkan sekarang musim proyek,” kata Kaprowi.

Dikatakan dia, harga batu kali Rp 110 ribu per kubik tersebut belum termasuk biaya transportasi. Biasanya kata dia, ongkos angkut disesuaikan dengan harga nego antara pembeli dan pemilik dump truk.

“Biasanya ongkos angkut sampai ke Muaraenim berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu per kubik. Jadi sangat wajar bila pembeli di Muaraenim, menerima dengan harga Rp 150 ribu sampai Rp 180 ribu per kubiknya,” jelas dia.

Kaprowi mengaku profesi sebagai buruh angkut batu kali di Sungai Enim itu, sudah lama ditekuninya yang ditekuninya sejak lama. Hasilnya kata dia, cukup untuk menghidupi keluarganya.

Seharinya menurut Kaprowi, bila arus sungai bersahabat, dia dan rekan-rekannya dapat mengumpulkan batu kali sampai 5 kubik per orang. “Tergantung permintaan. Bila permintaan banyak, maka saya dan teman-teman harus secepatnya mengumpulkan pesanan batu kali. Bila tidak ada yang beli langsung ke lokasi, kita jual ke pengepul batu kali dengan harga sedikit miring,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Muaraenim, Yulius menyebut, naiknya harga batuan kali merupakan hal yang alami, bila musim proyek tiba.

Kenaikan tersebut terjadi mulai ditingkat buruh dan pengepul, sampai akhirnya sampai di tingkat konsumen dan kontraktor. Soal pajak galian C, saat ini pajak jenis batu galian dikenakan kepada kontraktor proyek pemerintah saja. “Ditingkat buruh dan pengepul galian C baik pasir dan batuan, belum dikenakan pajak. Tetapi bila sifatnya usaha galian C, maka harus mempunyai izin usaha,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster