Hotel Minim Miliki Sertifikat Halal

 283 total views,  4 views today

Hotel-Grand-Zuri

Ilustrasi Hotel Grand Zuri

PALEMBANG – Berdasarkan catatan Majelis Ulama Insonesia (MUI) Sumsel, dari puluhan hotel yang berdiri di Palembang, baru ada tiga hotel yang memiliki sertifikat halal dari MUI. Bahkan, yang lebih parahnya, hotel syariah juga tidak memiliki sertifikat halal.

Ketua MUI Sumsel Sodikun mengatakan, kesadaran para pengusaha hotel maupun pemilik hotel dalam mengurus izin sertifikat kehalalan sangatlah minim. Hal tersebut terbukti, baru ada tiga hotel yang bersertifikat halal yakni Aryaduta, Swarna Dwipa dan Grand Zuri.

“Bahkan hotel berkelas dan berbintang lima seperti Novotel, Aston, Djayakarta Daira dan lainnya tidak memiliki seryifikat halal, padalah hotel kelas mewah tersebut sudah lama berdiri di Palembang,” ungkpnya, Senin (23/6).

Sodikun mengaku, untuk mengurus sertifikat halal ini, sebenarnya sudah di dengung-dengungkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, tapi tampaknya kesadaran pemilik hotel masih rendah.

“Padahal, yang banyak melakukan aktivitas didalam hotel adalah orang muslim, contohnya ketika ada perhelatan akbar Islamic Solidarity Games (ISG), rata-rata umat muslim yang menginap,” bebernya.

Kata Sodikun, pemilik hotel untuk memberikan pelayanan halal khususnya bagi tamu muslim yang datang itu sangat penting. Karena sebagai umat muslim harus waspada.

“Di sinilah diperlukannya tindakan Gubernur ataupun Wali Kota, untuk mengambil tindakan tegas, sehingga pengelola hotel segera mengurus izin sertifikat halal,” katanya.

Sambungnya, pemberian sertifikat halal terhadap hotel dilakukan tidak hanya berdasarkan makanan yang disajikan. Tetapi semua yang ada dihotel tersebut halal. Sebutnya, banyak hotel berbintang, yang menawarkan makanan impor ternyata barang tersebut tidak memiliki sertifikat halal.

“Bagaimana, kalau makanan tidak halal tersebut dikonsumsi umat muslim, jadi kami harapkan semua pihak dapat mendorong agar hotel memiliki label halal,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur LPOM MUI Sumsel Nuriya Fatimah, mengatakan, untuk mengurus sertifikat halal tidaklah susah, hanya beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti KTP, Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan lainnya.

“Untuk mengambil sertifikat halal ini juga, setiap hotel harus menyediakan petugas auditor yang mengawasi sitem produksi untuk menyajikan dan membuat makanan,” bebernya.

Nuriya berharap, semua pihak mentaati aturan terkait sertifikat halal ini, pasalnya rata-rata pengunjung hotel di Metropolis adalah umat muslim.

“Ya, semuanya harus bersertifikat halal, bukan hanya hotel berbintang, tapi hotel lainnya juga harus melengkapi sertifakat halal ini,” tukasnya.

 

TEKS  : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster