Akibat Film Porno, AH Cabuli Bocah

 869 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

INDERALAYA – AH (13), sesekali mengusap air matanya saat ditemui di ruang riksa Mapolres Ogan Ilir (OI), Senin (23/6), kemarin. Warga Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Raja Barat, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini terpaksa harus berurusan dengan

pihak berwajib lantaran diduga mencabuli Mawar (bukan nama sebenarnya),yang masih berusia enam  tahun.

Mirisnya, prilaku tidak senonoh yang dilakukan pelaku terhadap korban yang juga teman sepermainannya ini lantaran kerap menonton film porno. Pelaku ditangkap  Minggu (22/6) sekitar pukul 17.00 WIB, atas laporan keluarga korban yang tidak terima korban diperlakukan tidak senonoh.

Informasi yang dihimpun, pelaku sedikitnya melakukan tindakan asusila terhadap korban sebanyak dua kali dengan iming-iming uang senilai Rp 10 ribu.

Perbuatan pertama terjadi Mei 2014 sekitar pukul 13.00 WIB tak jauh dari tempat tinggal keduanya. Kemudian perbuatan serupa dilakukan pelaku pada 20 Juni sekitar pukul 16.00 WIB di belakang bangunan SDN 06 Tanjung Raja. Setiap usai melakukan perbuatan mesum itu, tersangka mengancam agar tidak memberitahukan orang tuanya.

Rupanya lambat laun perbuatan tersebut diketahui oleh keluarga korban. Sebab belakangan ini korban sering mengeluh kesakitan ketika buang air kecil.

Dari situlah akhirnya terungkap bila korban pernah mendapat tindakan kekerasan seksual dari pelaku.

Pelaku AH, ketika dikonfirmasi membenarkan bila dirinya pernah dua kali menggauli korban. “Saya tidak memperkosanya, karena  korban mau saja diajak,” kilah tersangka yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas III SD ini.

Dirinya mengakui, bila hasrat ingin berhubungan seksual itu akibat nonton film porno di ponsel. “Saya memang pernah diajak teman sebaya nonton film mesum di ponsel. Kami ke tempat untuk berhubungan badan dengan menjanjikan akan memberinya uang Rp10 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasat Reskrim AKP Suhardiman mengakui telah mengamankan pelaku perkosaan terhadap anak di bawah umur.

“Perbuatan tersangka melanggar undang-undang perlindungan anak pasal 81 ayat 1 tahun 2002 dengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Teks     : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster