PU BM “Ambil Alih” Jalan Provinsi

 234 total views,  2 views today

Kondisi Salah Satu jalan yang Berada di Jalan Musi II Palembang | Foto : bagus Park

Ilustrasi  | Bagus Park

EMPAT LAWANG – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Kabupaten Empat Lawang, terpaksa mengambil alih perawatan jalan provinsi di bumi saling keruani sangi kerawati. Salah satunya, kegiatan pembersihan rumput tebas bayang, yang semakin menutupi badan jalan.

Diketahui, hampir sebagian besar akses jalan provinsi terganggu lebatnya rumput tebas bayang. Akibatnya badan jalan semakin menyempit. Kondisi ini dirasakan mulai dari Kecamatan Tebing Tinggi-Tanjung Raye hingga perbatasan Pagaralam, Tanjung Raye perbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan dari Kecamatan Talang Padang hingga Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi.

Kepala Dinas PU BM Empat Lawang, H Fauzi melalui Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Hamsapari  mengungkapkan kegiatan pembersihan rumput tebas bayang, sudah diambil alih PU BM Empat Lawang.

Namun, sebelumnya mereka terang Fauzi, telah menyurati Dinas PU BM Sumsel, terkait permasalahan jalan provinsi di Kabupaten Empat Lawang tersebut. “Kami minta izin terlebih dahulu ke provinsi, sudah ada persetujuan baru kita kerjakan,” terang Hamsapari, kemarin.

Kegiatan pembersihan tersebut kata Hamsapari, juga dalam rangka menghadapi arus mudik-arus dan balik lebaran. Sehingga sangat perlu pembersihan rumput tebas bayang segera dilakukan, agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan provinsi.

Kegiatan tebas bayang rutin ini, dimulai dari  jalan provinsi di wilayah Tebing Tinggi hingga ke Pendopo, dilanjutkan nanti dari Jalan Talang Padang hingga Padang Tepong. Untuk tebas bayang dibagi dalam empat link, yakni Tebing Tinggi Tanjung Raye, Tanjung Raye hingga perbatasan Pagaralam, Tanjung Raye perbatasan dengan Bengkulu dan dari Kecamatan Talang Padang hingga Padang Tepong.

Ditambahkan Hamsapari, sejauh ini pihaknya selalu aktif melaporkan kejadian baik itu tebas bayang maupun kondisi jalan rusak baik itu ke Provinsi maupun ke Kementerian PU terhadap jalan negara. “Kita laporkan setiap awal bulan sebelum tanggal 5,” terangnya.

Nah dalam laporan tersebut, selalu dilampirkan foto-foto jalan ataupun tebas bayang, dari surat tadi ada tanggapan apakah perintah atau sekedar minta saran terhadap kerusakan dilaporkan.

Terkait kerusakan jalan, Dinas PU BM Empat Lawang sebutnya, belum dapat mengambil alih. Sebab Dinas PU BM Sumsel, belum memberikan perintah terkait pengerjaan jalan maupun jembatan rusak milik provinsi.

“Mereka pernah minta saran, ya kita jawab. Seharusnya kerusakan jalan tidak hanya ditambal, bila perlu dilebarkan agar bisa menopang badan jalan lain apabila terjadi longsor,” jelasnya Hamsapari.

Sementara itu, sebagian besar warga Empat Lawang menilai Pemprov Sumsel, kurang perhatian dengan kondisi jalan provinsi. Buktinya kerusakan badan jalan akibat longsor dan lubang menganga dibiarkan ber bulan-bulan. Apalagi tumbuhan tebas bayang, kesannya tak ada perhatian padahal ini akses penting masyarakat.  “Dari dulu seperti ini, padahal banyak pejabat Sumsel orang Empat Lawang tapi kurang perhatian,” ungkap Ibrahim (43), warga Pendopo.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster