Problem Moral Jadi Penyakit Kronis Pendidikan

 238 total views,  2 views today

Ilustrasi.

Ilustrasi.

PALEMBANG – Problem kronis dalam dunia pendidikan saat ini adalah persoalan moral. Kalau membentuk manusia cerdas dan pintar itu mudah. Tapi yang sulit menjadikannya maunis baik dan berakhlak. “Jadi sangat wajar apabila dikatakan bahwa problem moral merupakan persoalan akut atau penyakit kronis yang mengiringi kehidupan manusia kapan dan di mana pun,” Hal itu dikatakan Rominton M.Si, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Palembang kepada Kabar Sumatera, belum lama ini.

Rominton menambahkan, problem moral inilah yang kemudian menempatkan pentingnya penyelengaraan pendidikan karakter. Karakter merupakan cerminan dari kepribadian secara utuh dari seseorang, yang meliputi pembentukan mentalitas, sikap dan perilaku.  “Pendidikan karakter semacam ini lebih tepat sebagai pendidikan budi pekerti. Pembelajaran tentang tata-krama, sopan santun, dan adat-istiadat, menjadikan pendidikan karakter semacam ini lebih menekankan kepada perilaku-perilaku aktual tentang bagaimana seseorang dapat disebut berkepribadian baik atau tidak baik berdasarkan norma-norma yang bersifat kontekstual dan kultural,” ujar suami dari Fiernawati, S.Si ini.

Melihat kenyataan yang sekarang terkadi, ayah dari tiga anak ini ikut prihatin terhadap permasalahan tentang pentingnya pembentukan moral anak bangsa, yang seharusnya menjadi perhatian serius oleh semua pihak. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya tanggungjawab sekolah, tetapi anak bangsa, warga Indonesia harus ikut serta dalam proses pembentukan dan penguatan moralitas generasi kita, sejak keluarga, sekolah, masyarakat dan semua elemen harus terlibat.

“Sebagai bentuk tanggungjawab moral dari berbagai pihak, terkait permasalahan pendidikan harus dioptimalkan, baik itu dari pihak Dinas Pendidikan dan Olahraga serta pihak sekolah itu sendiri. Di samping itu, kerjasama orang tua siswa dan masyarakat untuk bersinergi dengan pihak sekolah dalam membimbing dan membina siswa di sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Marwandi, S.Ag, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhamamdiyah Palembang (UMP) mengatakan, kualitas moral dalam kehidupan manusia Indonesia dewasa ini, terutama di kalangan siswa, menuntut diutamakannya pendidikan karakter.

Menurut Marwandi, setiap sekolah wajib memerankan lembaganya untuk ikut bertanggungjawab dalam upaya penanaman dan mengembangkan nilai-nilai yang baik dan membantu para siswa membentuk dan membangun karakter mereka dengan nilai-nilai yang baik. “Pendidikan karakter diarahkan untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu –seperti rasa hormat, tanggungjawab, jujur, peduli, dan adil dan membantu siswa untuk memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sendiri,” ujarnya kepada Kabar Sumatera, saat dijumpai di kantornya beum lama ini.

Lebih lanjut, Guru Agama Islam dan Ke-Muhammadiyahan (AIK) di Palembang ini menambahkan, jika itu sudah kita jalankan, maka Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh negara lain. Melalui pendidikanlah seseorang atau negara itu dapat dihormati oleh orang lain. “Sebenarnya menjadi bangsa yang maju dan berkembang adalah impian setiap negara di dunia. Maju dan tidaknya suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Dengan pendidikan yang matang, suatu bangsa akan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan tidak mudah diperbudak oleh pihak lain. Peningkatan mutu pendidikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Pendidikan kita peroleh di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, termasuk didalanya penguatan pendidikan karakter untuk menguatkan mortalitas generasi kita.” Pungksnya.

 

TEKS     : AHMAD MAULANA

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster