Peziarah dalam Ziarah Kubro, Dari Sumsel Hingga Arab Saudi

 1,097 total views,  2 views today

lautan jemaah yang tengah menuju Pemakaman Kawah Tengkurep dalam hari puncak Haul dan Ziarah Kubra Ulama dan Auliya Palembang Darussalam, Palembang, Minggu (22/6).

lautan jemaah yang tengah menuju Pemakaman Kawah Tengkurep dalam hari puncak Haul dan Ziarah Kubra Ulama dan Auliya Palembang Darussalam, Palembang, Minggu (22/6/2014). | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Setiap menjelang bulan Ramadhan, umat Islam di Kota Palembang memadati pemakaman ulama dan raja-raja Palembang. Tradisi yang disebut haul dan ziarah kubro ini, digelar setiap tahunnya.

Tradisi itu, Minggu (22/6), mencapai puncaknya. Pantauan Kabar Sumatera, ribuan umat Islam yang mayoritas mengenakan baju berwarnah putih, dengan berjalan kaki menuju pemakaman Al-Arif Billah Al-Habib Pangeran Syarif Ali Syekh Abubakar di Boom Baru, Kelurahan 5 Ilir.

Dari makam Pangeran Syarif Ali, para peziarah melanjutkan ke kompleks pemakaman Raja-Raja Palembang di Kawah Tengkurep, Kelurahan 3 Ilir. Ramainya para peziarah ini, menutupi Jalan Boom Baru menuju Kompleks Pemakaman Kawah Tengkurep. Alhasil, lautan manusia ini menutupi seluruh jalan, sehingga menghentikan aktivitas  kendaraan berlalu lalang.

Sebelumnya para penziarah ini, melakukan haul Al-Habib Abdullah bin Idrus Bin Shahab dan Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Al-Bin di perkampungan Alawiyin, Sungai Bayas, Kuto, Palembang.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, penziarah ini tidak hanya berasal dari Palembang dan Sumsel saja tetapi juga dari sejumlah provinsi di Indonesia bahkan bahkan mancanegara seperti, Saudi Arabia, Yaman, Brunei Darussalam, Filiphina, Malaysia, Singapore dan lainnya.

“Ini tradisi tahunan, yang digelar setiap menjelang bulan Ramadhan. Ada sejumlah makam ulama yang di ziarahi diantaranya Habib Abdullah Bin Salim Al-Kaf. Ia adalah ulama besar Palembang, sekaligus pengusaha yang sukses. Dia juga yang membangun Masjid Sungai Lumpur di 11 Ulu, pada 1287 Hijiriah,” kata  Humas Haul dan Ziarah Kubro Palembang, Habib Ahmad Noval yang dibincangi di Kambang Koci, Palembang, kemarin.

Sementara itu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin yang hadir dalam ziara kubroh tersebut mengatakan, tradisi tahunan tersebut harus terus dijaga dan dilaksanakan. Selain bentuk penghormatan terhadap ulama-ulama besar di Palembang juga bisa mewujudkan sebagai rasa kekompakan bagi semua umat muslim yang ada di Indonesia dan dunia.

“Dari acara haul dan ziarah kubro ini kan yang hadir bukan asal Sumsel saja. Tetapi, jamaah asal Indonesia dan mancanegara juga hadir menziarahi auliya dan habaib disini. Jadi, ini merupakan pengikat dan pemersatu kekuatan syiar Islam di muka bumi,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster