Musim Kemarau, Palembang Siaga Kebakaran

 238 total views,  2 views today

Ilst. Kebakaran

Ilst. Kebakaran

Memasuki musim kemarau saat ini, Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran (PPK) Palembang saat ini tengah ekstra siaga dengan menyiapkan sebanyak 21 unit mobil pemadam dan 441 personil yang siap ke lapangan.

Dari  PPK Palembang diperoleh informasi  hampir  tiap tahun bisa  terjadi kebakaran lebih dari 158 kali.

Jumlah ini diasumsikan meningkat 50 persen dibanding tahun lalu. 2011, total kebakaran berjumlah 171 kejadian. Jumlah terbanyak terjadi pada bulan Agustus (42 kejadian) dan September (36 kejadian).

“Pada prinsipnya kapan pun kami selalu siap. Tapi karena ini sudah memasuki musim kemarau dan sangat rentan kebakaran, kita harus ekstra siaga,” ujar pria yang bertugas di PPK dan meminta identitasnya dirahasiakan ini kepada wartawan KS,  Minggu (22/6) kemarin.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat juga senantiasa waspada dan meningkatkan kepedulian terhadap bahaya kebakaran. Dari sejumlah kasus yang ditemui selama ini,  penyebab kebakaran masih didominasi korsleting listrik dan meledaknya kompor atau lampu teplok.


“Memang rata-rata penyebab kebakaran di kita ini korsleting listrik. Terutama di kos-kosan, itu sering kita lihat banyak colokan listrik yang bertumpu pada sumber api. Itu bahaya dan bisa memicu arus pendek,” jelasnya.


Terlepas dari itu, pihaknya juga sangat mengharapkan kerjasama dan pengertian dari masyarakat. Harus diakui, PPK sering kali mendapat kritik dan ancaman dari masyarakat karena dianggap tidak bekerja cepat dan tepat. Padahal sebagai pemadam kebakaran, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin melayani masyarakat.


“Ada sejumlah kendala yang kerap ditemui petugas PPK di lapangan saat memadamkan kebakaran. Antara lain, jarak tempuh yang cukup jauh sehingga butuh waktu untuk sampai lokasi. Perjalanan menuju lokasi juga kerap terhambat oleh kemacetan di jalan raya,”  ujarnya mengakhiri pembicaraan.

 

TEKS    : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR  : SARONO P SASMITO

Rusun dan Pemukiman Padat Rentan Kebakaran

 

BEBERAPA lokasi yang dianggap rentan kebakaran adalah rumah susun (Rusun) dan pemukiman

Padat penduduk. Diantaranya Rusun yang pernah menjadi korban kebakaran adalah Rusun yang berada di Jalan Radial (depan pusat perbelanjaan Ramayana) yakni lantai 4 blok 43 Rumah Susun RT 43 RW 10.
Waktu itu  kebakaran
menghanguskan lantai paling atas gedung yang terbagi dalam empat unit bangunan tersebut.
“Api bermula dari rumah kos paling ujung milik Mami Ida, kemudian menyambar ke bagian lain dan membakar habis seluruh lantai empat tanpa menjalar ke lantai tiga dan dua,” kata warga yang bermukim di situ..
Menurut dia, api itu cepat menjalar karena tidak satupun penghuni kos berada di lokasi.
“Bisa dikatakan 90 persen penghuni kos adalah kaum pendatang, sementara saat itu sedang Lebaran atau musim mudik,” ujarnya.
Saat itu
mobil Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) tiba di lokasi pada satu jam setelah kebakaran. “Penerangan PLN sudah mati dan warga berkerumun di sekitar lokasi, tapi mobil PBK belum datang juga,” ujarnya.
Ia melanjutkan, setelah berselang kurang lebih satu jam, beberapa pertugas mulai berdatangan, seperti Polisi Pamong Praja dan dua unit mobil PBK.
Di sisi lain bahaya kebakaran juga sangat rentan terjadi di pemukiman padat penduduk. Seperti yang pernah terjadi di Kelurahan 13 Ilir kawasan Sayangan, atau di sekitar Hotel Malaya.
Kebakaran itu  melanda puluhan rumah yang sebagian besar berbahan kayu.
Anis Mustofa, salah seorang pemilik rumah yang terbakar mengatakan peristiwa itu diperkirakan terjadi pukul 07.30 WIB.
“Sekitar pukul 08.00 WIB, sebanyak enam rumah di RT 6 dan empat rumah di RT 5 yang terbakar,” katanya.
Ia menyesalkan, keterlambatan mobil PBK tiba di lokasi karena alasan terjadi peristiwa serupa di Rumah Susun.
Kawasan yang sebagian besar dihuni warga keturunan asli Palembang, Arab dan Chinese itu mendadak riuh karena aksi penyelamatan terhadap barang-barang berharga saat kebakaran itu melanda.
Beberapa warga yang bermukim di pemukiman padat penduduk, saat ini mengharapkan agar mobil-mobil PBK benar-benar stanby sehingga ketika terjadi kebakaran mereka dapat secepatnya memberikan pertolongan.

 

TEKS: ALAM TRIE PUTRA

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster