Jangan Lupakan Bulan Ramadhan

 236 total views,  2 views today

aksi Gabungan Dakwah Kampus Palembang dan lembaga Rohis ini dilakukan dengan long march mulai dari depan Pasar Cinde menuju bundaran air mancur, Jalan Jend Sudirman, Palembang.

aksi Gabungan Dakwah Kampus Palembang dan lembaga Rohis ini dilakukan dengan long march mulai dari depan Pasar Cinde menuju bundaran air mancur, Jalan Jend Sudirman, Palembang.

PALEMBANG – Perhatian masyarakat Indonesia, kini disibukkan dengan perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Piala Dunia 2014. Padahal dalam hitungan hari lagi, bulan suci Ramadhan sudah tiba.

Karenanya Gabungan Dakwah Kampus Palembang dan lembaga Rohani Islam (Rohis) di sekolah yang ada di Palembang, memperingatkan masyarakat Palembang untuk tidak melupakan bulan yang disebut lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Pemerintah pun menurut Imron TF, koordinator aksi (korak), meminta pemerintah untuk tidak melupakan bulan tersebut dengan memaksimalkan kerja dalam rangka pengamanan sehingga tercipta kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

“Kami ingin mengabarkan kepada masyarakat Palembang, bukan hanya Pilpres dan piala dunia saja  yang harus diperhatikan tetapi juga bulan ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi akan datang,” kata Imron, kemarin.

“Kami juga mengingatkan pemerintah dan kepolisian, agar melakukan penertiban tempat hiburan malam, prostitusi dan lainnya, yang dapat menganggu kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa,” ucapnya.

Pantauan Kabar Sumatera, aksi Gabungan Dakwah Kampus Palembang dan lembaga Rohis ini dilakukan dengan long march mulai dari depan Pasar Cinde menuju bundaran air mancur, Jalan Jend Sudirman, Palembang. Selama long march mereka melakukan orasi dan mengingatkan umat Islam, akan segera datangnya bulan suci Ramadhan.

Dalam aksi tersebut, ajakan yang sama juga disampaikan Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel, Umar Said. Menurut Umar, masyarakat harus melaksanakan ibadah puasa dengan khusyuk dan jangan hanya memikirkan Pilpres dan piala dunia saja.

“Bulan Ramadhan, adalah bulan yang penuh maghfiroh. Dibulan ini, umat Islam harus berlomba-lomba meningkatkan derajat ketaqwaannnya. Karenanya pemerintah dan kepolisian, harus aktif menjaga kemulian bulan ini dengan cara mengawasi segala bentuk kegiatan yang ditenggarai dapat mengganggu ke kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah puasa,” harapnya.

“Pemerintah dan kepolisian, harus menutup semua tempat hiburan malam dan sejenisnya, demi kebaikan bersama. Jika masih ada tempat hiburan malam yang tetap beroperasi di bulan Ramadhan, harus diberikan sanksi dan tindakan tegas karena itu melecehkan bulan Ramadhan,” desaknya.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster