Empat Pasar Bakal Direhab

 218 total views,  2 views today

ilustrasi Pasar

ilustrasi Pasar

PALEMBANG – Empat pasar di Sumsel, dipastikan menerima program bantuan rehab pasar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI tahun ini, dengan total Rp 32 miliar. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana ketika dibincangi di kantornya.

Menurutnya, bantuan rehab sebesar Rp 32 miliar tersebut akan diberikan ke Pasar Lahat, Muaraenim, Lubuk Linggau serta Palembang. “Dari 17 kabupaten/kota, pemerintah pusat memang terus melakukan penilaian terhadap empat pasar ini, lantaran dinilai cukup baik dalam melakukan transaksi,”  terang Permana, kemarin.

Menurutnya, penerima bantuan ini memang diputuskan Kemendag RI lantaran telah memenuhi kriteria, yang telah ditentukan. Selain memiliki transaksi perdagangan yang cukup tinggi, pasar ini memiliki pasokan serta serta stok yang banyak, mampu menyesuaikan harga serta dekat dengan pemukiman masyarakat.

Meski demikian, besaran bantuan yang diterima masing-masing pasar tidak seragam. Untuk Kota Palembang misalnya, menerima bantuan rehab sebesar Rp 12 milyar. Sedangkan Kabupaten Lahat mendapat bantuan sebesar Rp 8 milyar. “Khusus Kabupaten Muaraenim dan Kota Lubuk Linggau masing-masing menerima Rp 6 milyar,” urainya.

Untuk Kota Palembang lanjutnya, hanya ada satu pasar yang akan direhab, yakni Pasar 7 Ulu Palembang. Sedangkan pasar di tingkat kabupaten/kota, tetap diberikan kepada pasar utama di lokasi tersebut.

Ia menambahkan, sebelum mendapatkan bantuan ini, Palembang juga telah mendapatkan bantuan sebesar Rp2, 5 milyar untuk pengembangan pasar di daerah kawasan Seberang Ulu (SU). “Pada 2015 mendatang, kita upayakan bisa masuk dalam APBD. Setidaknya bisa kita prioritaskan untuk rehab bagian atap. Kita juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang,” jelas Permana.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, juga menjamin Pemprov Sumsel tetap memprioritaskan pada pedagang pasar. Meski nantinya dilakukan rehab ataupun pengerjaan lanjutan pada bangunan pasar tersebut.

“Masih tetap diisi oleh pedagang lama. Kalau pun memang ingin diisi pedagang baru, wajib dilakukan pendaftaran. Jangan sampai, nafkah para pedagang terputus lantaran pembangunan ini,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Sumsel ini.

Menurutnya, kebijakan ini penting dilakukan agar tidak menimbulkan konflik kedepannya, termasuk saat pemugaran Pasar Cinde Palembang menjadi pasar yang lebih modern. “Kalau nanti setelah dibangun, masih ada sisa, baru pedagang baru bisa masuk kesini. Kita prioritaskan pedagang setempat yang lama,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster