Disdik Minta “Upeti” ke Sekolah, Wajib Setor Rp 10-15 Juta

 320 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG – Dana bantuan operasional sekolah (BOS) bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diduga disunat oleh oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) OKI.

Modusnya, setiap kepala sekolah (Kepsek) menyetorkan uang antara Rp10 juta – Rp 20 juta ke Disdik OKI, dari total dana yang telah masuk ke rekening masing-masing sekolah. Pengakuan ini disampaikan salah satu kepala sekolah (kepsek) SMA di Kabupaten OKI, yang meminta namanya tidak dituliskan ketika dibincangi, kemarin.

Menurutnya,  ia dimintai oleh oknum di Disdik OKI untuk menyetor Rp 15 juta dari dana BOS yang diterima oleh sekolah yang dipimpinnya tersebut. “Kalau dirata-rata, potongan per siswa Rp 2 ribu. Itu berlaku untuk semua sekolah di OKI,  jadi setorannya bervariasi tergantung dari banyaknya siswa di sekolah tersebut,” terangnya.

Dikatakannya, setiap sekolah terpaksa menyetorkan uang yang dipinta tersebut. Karena jika tidak diberikan, dikuatirkan pencairan dana BOS periode berikutnya, dihambat.  “Saya pribadi terpaksa menceritakan ini, karena sekolah kami cukup mengandalkan dana BOS untuk biasa operasional sekolah. Sehingga kedepan kalau bisa, tidak lagi menyetor ke Disdik,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdik OKI, Iskandar ZA yang dikonfirmasi melalui Kabid SMP/SMA, M Sabit mengaku, Disdik tidak memiliki kewenangan untuk menyalurkan dana BOS ke sekolah-sekolah. Sebab kata Iskandar, ada orang yang ditunjuk sebagai Manajer BOS

“Untuk dana BOS sudah ada manajernya, Pak Dedi (Sekretaris Disdik OKI). Setahu saya tidak ada pemotongan, karena langsung di transfer ke rekening masing-masing sekolah,” sebut Sabit.

Sementara itu, Sekretaris Disdik OKI yang juga Manajer BOS SD/SMP, Dedi Rusdianto ketika ditemui di ruang kerjanya, membantah adanya pemotongan dana BOS tersebut.  “Kalau SD dan SMP memang saya manajernya, tetapi saya berani bertanggung jawab kalau memang terjadi pemotongan, khususnya BOS SD dan SMP,” akunya.

Diuraikannya, dana BOS yang diterima siswa SD besarannya Rp580 ribu/pertahun dan setiap sekolah menerima dana BOS tersebut bervariasi.  “Sesuai juknis, sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 80 orang, maka tetap dihitung 80 orang dikalikan Rp580 ribu sehingga dana BOS minimal yang diterima sekolah pertahun Rp 46.400.000,” terangnya.

Namun untuk sekolah yang jumlah siswanya lebih dari 80 orang, maka akan dikalikan dengan nominal Rp580 ribu/siswa.  “Jadi ada batas minimalnya yakni 80 siswa, kalau lebih maka tinggal kalikan dengan Rp 580 ribu. Sementara untuk SMP per siswa menerima Rp 710 ribu/tahun dan batas minimalnya 120 siswa, kalau lebih maka tinggal dikalikan Rp 710 ribu,” beber Dedi.

Sementara saat ditanya mengenai siapa yang bertanggungjawab untuk mengkoordinir dana BOS SMA, Dedi mengaku tidak mengetahuinya, namun yang jelas prosesnya sama yakni langsung di transfer ke rekening masing-masing sekolah.  “Kalau saya hanya memegang bos SD/SMP, kalau SMA mungkin kembali ke Bidang SMP/SMA,” tukasnya.

Mengenai besaran dana BOS bagi siswa SMA, Dedi juga menyatakan tidak mengetahui. “Sekali lagi saya katakan untuk dana BOS SD/SMP saya jamin diterima utuh dan untuk SMA saya tidak tahu,” tegasnya seraya menyebut jumlah SMA di OKI sebanyak 45 sekolah, sementara SMK berjumlah 20 sekolah.

 

TEKS              : DONI AFRIANSYAH

EDITOR          : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster