Depkemenkumham Akan Terapkan E-Money di Dalam Penjara

 391 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Untuk mencegah penyalahgunaan uang tunai di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau pun rumah tahanan (Rutan) di Sumatera Selatan (Sumsel), Kementerian Hukum dan HAM (Depkemenkumham) pusat akan menerapkan electronic money (E-money).

Adanya kabar dari Kementrian Hukum dan HAM (Depkemenkumham) pusat terkait penggunaan electronic money di dalam lapas sangat ditunggu oleh Kemenkumham Sumsel.

Kemenkumham Sumsel menilai, e-money sangat berguna untuk mencegah penyalahgunaan uang tunai yang kerap terjadi di dalam lapas atau pun rutan.

Dikatakan Kepala Kemenkumham Sumsel, Budi Sulaksana, melalui Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadivas), Subiyantoro, pihaknya sudah mendengar terkait akan dihentikannya penggunaan uang tunai di dalam lapas yang diberlakukan oleh Depkemenkumham pusat.

Penggunaan uang tunai nantinya akan diganti dengan penggunaan e-money oleh penghuni lapas atau pun rutan di Sumsel. “Dengan menggunakan e-money, penghuni lapas tidak bisa sembarangan menggunakan uang. Beda dengan uang tunai, yang suatu saat bisa dipergunakan secara bebas hingga akhirnya disalah gunakan,” kata Subiyantoro, Minggu (22/6) kemarin.

Sayangnya, sejak adanya sosialisasi penggunaan e-money di Jakarta hingga saat ini, Kemenkumham Sumsel belum mendapat petunjuk untuk segera menjalankan kebijakan tersebut. Padahal, kebijakan itu sangat ditunggu realisasinya demi mencegah penyalahgunaan peredaran uang tunai di dalam lapas atau pun rutan.

Masih kata Subiyantoro, Kemenkumham Sumsel tidak bisa serta merta menjalani kebijakan itu tanpa petunjuk dari pusat. Pasalnya, kebijakan itu ditelurkan oleh pusat, bukan dari Kemenkumham Sumsel.

Selain itu, butuh biaya untuk merealisasikan kebijakan e-money di dalam lapas atau pun rutan.

Kebijakan menggunakan e-money bagi seluruh penghuni lapas atau rutan juga belum dijalani di provinsi lain. Jadi, Sumsel bukan satu-satunya provinsi yang belum menerapkan kebijakan itu.

“Dalam waktu dekat, akan ada kunjungan dari pusat ke Palembang. Mungkin, momen itu akan kita manfaatkan untuk menanyakan lebih lanjut program e-money ini,” kata Subiyantoro.

Dari berbagai sumber mengatakan, penggunaan e-money dilakukan dengan membagikan kartu e-money kepada penghuni rutan dan lapas. Masing-masing kartu e-money memiliki nomor registrasi sehingga tidak bisa berpindah tangan.

Setiap kartu e-money memiliki debit maksimal Rp 1 juta dan bisa diisi ulang di konter yang disediakan Kemenkumham. “Jadi, uang tunai tidak boleh lagi digunakan meski kiriman dari keluarga yang besuk. Untuk keluarga yang ingin memberikan uang, bisa didepositkan di kartu e-money,” kata Subiyantoro.

 

TEKS    : Oscar Ryzal

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster