Banyak Sekolah Negeri Memprihatinkan

 259 total views,  2 views today

Ilst. Siswa

Ilustrasi

KAYUAGUNG – 20 persen pemerintah menganggarkan dana pendidikan untuk sekolah gratis dari APBD, seperti dinilai masih belum optimal pelaksanaannya.  Pernyataan ini diungkapkan, anggota dewan perwakilan rakyat dareah (DPRD) Kabupaten OKI, Laharsen Murtado, saat menyampaikan sambutannya pada penyerahan raport di SMP Islam Terpadu Bina Insani Kayuagung, Jumat (20/6) lalu.

Politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) yang juga menjabat sebagai ketua Forum Orang Tua Murid dan Guru (FOMG) di sekolah Islam Terpadu itu, menjabarkan bukti-bukti belum optimalnya pelaksanaan sekolah gratis, khususnya di wilayah Kabupaten OKI, sepertinya masih banyakya gedung-gedung sekolah negeri yang kondisinya memprihatinkan, fasilitas pendidikan yang tak memadai.

“Kalau mau semuanya gratis saya pikir itu berat, kita lihat telah melaksanakan program sekolah gratis, dana yang dianggarkan untuk pelaksanaanya sebesar 20 persen dari anggaran APBD, dan itu sudah berjalan di OKI, tapi rasanya belum optimal,” kata Laharsen Murtado.

Dalam hal ini dia menyakinkan, untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas mesti dibutuhkan pengorbanan biaya. Dia mencontohkan suatu barang bagus jika dijual dipasar pasti harganya tinggi karena kualitasnya yang terjamin, berbeda dengan barang murahan pasti kualitasnya rendah.

“Begitu juga dengan pendidikan, kalau berkualitas untuk anaknya, saya rasa orang tua dan masyarakat tidak mempermasalahkan hal itu, mau berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan tidak akan diributkan kalau kualitasnya berkualitas,” kata Laharsen Murtado mencontohkan pendidikan berkualitas yang harus membayar.

Adapun dari pemberitaan sebelumnya mengenai masih ada sekolah negeri yang kondisi gedungnya memprihatinkan, seperti dikatakan Laharsen Murtado, nampaknya tidak juga salah, salah satunya dialami SDN 2 Filial  Cengal yang kondisinya seperti sangkar kambing, SDN 2 Muara Burnai 1, Kecamatan Lempuing plafon jebol hingga membuat para siswa selalu kebasahan setiap hujan turun, dan masih banyak lainnya.

Hal ini juga sempat ditegaskan Kabid Subsidi dan Bangunan, Dinas Pendidikan OKI, Herianto SPd MSi, selama kepemimpinan Bupati Iskandar SE, pihaknya akan berupaya membenahi fasilitas pendidikan di OKI, salah satunya mentargetkan semua lantai sekolah harus memakai keramik.

“Itu target kita selama lima tahun kedepan untuk pembenahan fasilitas pendidikan,” janji Heri.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster